Sebatik (ANTARA) - Pulau Sebatik, yang luasnya sebesar 452,2 km2, terbilang unik karena terbagi menjadi dua; bagian utara masuk negara Malaysia dan bagian selatan dimiliki Indonesia.

Bagian yang dimiliki Indonesia masuk dalam Kecamatan Nunukan, Kalimantan Utara.

Dengan kondisi ini, warga di perbatasan negara punya hubungan ekonomi dan kultural panjang di batas darat dan laut. Saat berdiri di ujung pulau, gedung-gedung di Tawau, Sabah, Malaysia, terlihat di seberang, apalagi pusat perekonomian masyarakat Sebatik hanya berada di sisi kanan pulau. Jarak yang amat dekat dengan Tawau ketimbang pulau Nunukan.

Kondisi geografis tersebut menjadikan Pulau Sebatik sebagai salah satu wilayah strategis yang membutuhkan perhatian khusus dari negara. Selain pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, kehadiran aparat keamanan menjadi elemen penting dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan.

Di tengah dinamika kehidupan masyarakat perbatasan, prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sekaligus memperkuat kehadiran negara di Sebatik, sebagai wilayah terdepan.

Patroli rutin di kawasan pesisir dan titik-titik rawan menjadi bagian dari upaya mencegah berbagai pelanggaran lintas batas, seperti penyelundupan barang, perdagangan ilegal, maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu kedaulatan Indonesia.

Dipimpin Komandan Satgasmar Pam Puter XXX Kapten Marinir Ahmad Rizwan, prajurit marinir melaksanakan pemeriksaan kapal, patroli patok laut, dan patroli patok darat guna memastikan keamanan wilayah, mengawasi aktivitas di jalur perbatasan, serta menjaga keutuhan patok batas negara.

Ada sekitar 144 patok yang menandai perbatasan Indonesia-Malaysia. Marinir TNI AL bersama Yonkaf 13/SL TNI AD dan sejumlah satuan lainnya berkolaborasi menjaga keamanan dan kedaulatan negara dari berbagai ancaman.

Khusus untuk Marinir TNI AL, mereka berjaga di sepanjang pesisir perbatasan. Setiap pintu masuk/keluar utamanya di dermaga-dermaga kecil dijaga ketat untuk mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang, seperti narkotika dan minuman keras. Setiap barang yang masuk mesti melewati pemeriksaan.

Prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Mar Pam Puter XXX memeriksa barang bawaan dari pengendara saat melintas di pos batas Sungai Pancang, Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Tak hanya itu, petugas juga melakukan pemeriksaan identitas bagi masyarakat yang datang atau akan pergi melewati dermaga-dermaga kecil. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mencegah adanya warga ilegal yang keluar-masuk dari kedua negara.

Dengan karakteristik wilayah yang didominasi perairan, kemampuan mobilitas dan operasi amfibi Korps Marinir menjadi keunggulan dalam menjalankan tugas tersebut.

Kedaulatan negara

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.