Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Riau, VIVA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengusulkan latihan terintegrasi dan pembinaan TNI dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun untuk memperkuat kesiapan personel, alat utama sistem senjata (alutsista), dan dukungan operasi.

Baca Juga

Sjafrie menyampaikan usulan tersebut usai menyaksikan latihan terintegrasi tiga matra TNI di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Program latihan baik terintegrasi maupun latihan pembinaan di masing-masing angkatan tidak boleh dilaksanakan hanya satu kali dalam satu tahun. Latihan ini akan kita lakukan dua atau tiga kali dalam satu tahun," katanya.

Baca Juga

Menurut Sjafrie, peningkatan frekuensi latihan diperlukan agar kesiapan prajurit, alutsista, dan dukungan logistik tetap terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan negara.

Ia mengatakan pelaksanaan latihan yang lebih intensif memerlukan dukungan anggaran yang memadai. Karena itu, kehadiran pimpinan Komisi I DPR RI dalam kegiatan tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan pembiayaan latihan TNI.

Baca Juga

Selain meningkatkan frekuensi latihan, Kementerian Pertahanan juga akan mengoptimalkan pemanfaatan produk industri pertahanan dalam negeri, termasuk kendaraan tanpa awak untuk pengawasan (unmanned surveillance vehicle) yang direncanakan digunakan dalam pengamanan wilayah perbatasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Sjafrie, teknologi tersebut akan mendukung TNI dalam mendeteksi berbagai aktivitas ilegal di wilayah darat maupun laut sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan nasional.

Ia menegaskan pengembangan industri pertahanan dalam negeri merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah dalam memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus mendukung kemandirian alutsista nasional. (Ant)

Menhan Sjafrie Tinjau Latihan TNI di Riau

Menhan Sjafrie Ungkap Kekuatan Tempur TNI Terpenuhi, Mulai dari Alutsista hingga Amunisi

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) dan amunisi TNI mulai terpenuhi usai pertahanan diperkuat.

VIVA.co.id

5 Agustus 2026