Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Jepang bersama Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Ueno Atsushi di Jakarta.
“Pertemuan membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia–Jepang, khususnya di bidang pertahanan, keamanan maritim, peningkatan kapasitas, serta kerja sama industri dan ekonomi pertahanan,” kata Sjafrie dalam unggahan di akun Instagram resminya, Selasa.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (21/9), saat Sjafrie menerima kunjungan kehormatan Ueno Atsushi.
Dalam pertemuan itu, Sjafrie juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Jepang atas dukungannya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengerahan kapal JS Kunisaki dan tiga helikopter CH-47 Chinook untuk membantu operasi penanganan karhutla.
“Saya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Japan Self-Defense Forces (JSDF) dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan melalui pengerahan JS Kunisaki dan helikopter CH-47 Chinook,” kata Sjafrie.
Menurut dia, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama dan hubungan bilateral Indonesia dengan Jepang dalam penanganan bencana.
Kerja sama pertahanan Indonesia dan Jepang juga mencakup dukungan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Kementerian Pertahanan menyebut dukungan Jepang dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara melalui kerangka Defence Cooperation Arrangement (DCA).
Sjafrie berharap kerja sama tersebut terus berkembang, termasuk dalam bidang pertahanan, keamanan maritim, peningkatan kapasitas, serta industri dan ekonomi pertahanan.
Ia juga berharap hubungan baik Indonesia dan Jepang dapat semakin memperkuat kerja sama kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang pertahanan dan kemanusiaan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhan Sjafrie dan Dubes Jepang perkuat kemitraan pertahanan
Pewarta: Walda Marison
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.