Bagikan:

JAKARTA - Bahan alami masih menjadi salah satu bagian menarik dalam dunia kecantikan. Selain menawarkan kandungan yang berasal dari alam, sejumlah tanaman juga menyimpan senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan untuk membantu merawat kulit.

Salah satunya adalah tamanu, tanaman yang berasal dari Sulawesi dan telah lama dikenal dalam praktik perawatan kulit. Bagian tanaman ini terutama minyak tamanu atau Tamanu Oil kerap dikaitkan dengan perawatan kulit, termasuk kulit yang rentan berjerawat.

Tamanu memiliki sejumlah senyawa yang menarik untuk diteliti dalam konteks perawatan kulit. Minyak yang berasal dari tanaman ini diketahui kaya akan lipid dan telah banyak digunakan dalam berbagai formulasi perawatan kulit.

Salah satu potensi yang banyak mendapat perhatian adalah kemampuannya dalam membantu merawat kulit yang mengalami masalah jerawat. Namun, minyak tamanu dalam bentuk utuh memiliki tekstur yang cukup pekat dan kaya lipid sehingga belum tentu sesuai untuk semua jenis kulit, khususnya kulit yang rentan mengalami penyumbatan pori.

Karena itu, penelitian terhadap tamanu tidak hanya berfokus pada penggunaan minyaknya secara langsung, tetapi juga mencari bagian atau fraksi bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat tertentu bagi kulit.

Pengembangan tamanu menjadi bahan aktif skincare menjadi salah satu contoh bagaimana tanaman Indonesia dapat diteliti untuk menemukan potensi yang lebih spesifik.

BACA JUGA:


Jenama kecantikan seperti From This Island melakukan riset bersama Sekolah Farmasi ITB dan EBM Scitech Research Center untuk mengeksplorasi tamanu sekaligus mengoptimalkan pemisahan dan pemurnian fraksi bioaktifnya.

tamanu oil
Ekstraksi tanaman tamanu untuk merawat kulit. (dok. From this Island)

Penelitian yang berlangsung sejak 2023 tersebut kemudian menghasilkan PolyAcNix™, bahan aktif yang dikembangkan dari fraksi bioaktif tanaman tamanu.

Berdasarkan pengujian laboratorium yang dilakukan, PolyAcNix™ menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan Tamanu Oil konvensional. Bahan aktif tersebut juga diteliti untuk melihat potensinya dalam mendukung regenerasi sel kulit dan membantu perawatan kulit berjerawat.

Bagi pemilik kulit acne-prone, pemilihan produk perawatan juga perlu mempertimbangkan kondisi kulit masing-masing. Tidak semua bahan alami otomatis cocok untuk setiap orang.

Tekstur, konsentrasi, formulasi, serta kombinasi bahan lain dalam sebuah produk dapat memengaruhi bagaimana skincare bekerja pada kulit. Karena itu, klaim mengenai manfaat suatu bahan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan saat memilih produk.

Bagi Maudy Ayunda, Co-Founder From This Island, pengembangan bahan aktif dari tanaman lokal merupakan bagian dari upaya mendorong inovasi kecantikan yang tidak hanya mengandalkan kekayaan alam, tetapi juga penelitian.

"Kami percaya masa depan industri kecantikan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam yang kita miliki, tetapi juga oleh kemampuan mengubahnya menjadi inovasi berbasis riset. Karena itu, kami memilih memulai dari laboratorium."

"Kandungan PolyAcNix™ merupakan hasil kolaborasi bersama Sekolah Farmasi ITB & EBM SciTech sekaligus langkah awal kami untuk membangun intellectual property yang berasal dari Indonesia dan mampu bersaing ditingkat global. Kami berharap semakin banyak kolaborasi antara industri dan akademisi yang dapat melahirkan inovasi serupa di masa depan," ujar Maudy dalam keterangan pers Tamanu Acne Series kepada VOI, Jumat, 14 Agustus.

Penggunaan skincare untuk kulit berjerawat juga idealnya dilakukan secara konsisten dan tidak berlebihan. Jika jerawat cukup berat atau terus berulang, konsultasi dengan dokter kulit tetap menjadi pilihan yang lebih tepat untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+