Kamis, 30 Juli 2026 - 16:20 WIB

VIVA – Di balik besarnya sebuah merek kuliner, sering kali ada perjalanan panjang yang tidak diketahui banyak orang. Begitu pula dengan Hendra Arifin, sosok yang dikenal sebagai pendiri HokBen. 

Baca Juga

Sebelum sukses membangun jaringan restoran cepat saji bergaya Jepang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, Hendra lebih dulu menjalani karier sebagai seorang insinyur di perusahaan otomotif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusannya meninggalkan pekerjaan yang sudah mapan demi merintis usaha kuliner sempat dipandang sebagai langkah yang terlalu berani. Apalagi, saat itu makanan Jepang belum sepopuler sekarang dan masih identik dengan harga yang mahal. 

Baca Juga

Namun, keyakinannya itu justru menjadi awal dari lahirnya salah satu jaringan restoran cepat saji lokal yang mampu bertahan selama puluhan tahun. Berikut kisah selengkapnya, sebagaimana dihimpun Viva pada Kamis, 30 Juli 2026.

Berawal dari Karier sebagai Insinyur

Baca Juga

Hendra Arifin rupanya bukan berasal dari dunia kuliner. Mengutip dari akun Instagram The Founder, pada awal 1980-an, ia bekerja sebagai insinyur di Astra International dan telah menghabiskan lebih dari 13 tahun membangun karier di perusahaan tersebut.

Meski memiliki pekerjaan yang stabil, Hendra melihat biaya hidup di Jakarta terus meningkat, termasuk harga makanan. Saat itu, restoran Jepang mulai dikenal masyarakat, tetapi hidangan yang disajikan masih dianggap cukup mahal. Padahal, menurut pengamatannya, menu yang ditawarkan umumnya sederhana, berupa nasi dengan lauk pendamping.

Pengalaman tersebut membuat Hendra berpikir bahwa makanan bergaya Jepang seharusnya bisa dinikmati lebih banyak orang dengan harga yang lebih terjangkau. Dari situlah muncul gagasan untuk membangun usaha kuliner yang mengadaptasi konsep bento Jepang bagi pasar Indonesia.

Tetapi, keputusan tersebut tidak berjalan mulus. Niatnya untuk mengundurkan diri dari pekerjaan tetap demi memulai bisnis baru sempat mendapat penolakan dari keluarga maupun rekan kerja. Banyak yang menilai langkah itu terlalu berisiko karena ia belum memiliki pengalaman menjalankan usaha restoran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belajar Langsung ke Jepang

Alih-alih langsung membuka usaha, Hendra memilih mempelajari konsep yang ingin ia jalankan. Ia berangkat ke Jepang untuk melihat langsung bagaimana bisnis bento beroperasi.

Halaman Selanjutnya

Dalam kunjungan tersebut, Hendra tertarik dengan konsep Hoka Hoka Bento yang menyajikan makanan praktis dalam kotak bento. Ia kemudian memperoleh lisensi penggunaan merek beserta pendampingan teknis agar konsep tersebut dapat diterapkan di Indonesia.