Bagikan:

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan bahwa pembaruan buku pelajaran sekolah merupakan rencana yang sudah dirancang sejak lama. Langkah ini diambil salah satunya untuk memperkuat muatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam kurikulum nasional.

"Sebelum ada arahan Presiden, memang sudah ada perencanaan untuk melakukan penulisan ulang buku-buku teks yang selama ini dipakai," ujar Abdul Mu’ti usai menghadiri Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangannya oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

Alasan Utama Penyusunan Ulang Buku Pelajaran

Mendikdasmen mengungkapkan beberapa alasan strategis di balik keputusan untuk menyusun ulang buku ajar bagi siswa sekolah, antara lain:

  • Penguatan Karakter dan STEM: Memastikan buku pelajaran baru memuat pendidikan nilai, pendidikan karakter, serta muatan STEM yang lebih kuat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Penyesuaian Standar Isi: Mengakomodasi perubahan standar isi buku pelajaran yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen.
  • Penerapan Deep Learning: Memastikan materi pelajaran selaras dengan konsep pembelajaran mendalam (deep learning).

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa proses evaluasi dan pembaruan ini sudah mulai berjalan.

"Evaluasi bukunya sudah berjalan dan beberapa buku juga sudah siap untuk nanti dicetak," jelasnya.

BACA JUGA:


Instruksi Presiden Prabowo dan Evaluasi Kualitas Buku

Langkah pembaruan buku ajar nasional ini juga mendapat dorongan kuat dari pemerintah pusat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa evaluasi ini bermula dari temuan langsung Presiden Prabowo Subianto saat meninjau sejumlah sekolah.

Menurut Teddy, Presiden melihat masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, baik dari segi kualitas isi maupun bentuk fisik buku.

"Saat mengecek buku pelajaran, beliau lihat satu per satu. Ada yang bahannya mudah rusak, ada yang tulisannya terlalu kecil sehingga anak-anak SD bacanya sangat dekat. Atas dasar itu, beliau minta pengecekan buku dari jenjang SD sampai SMA," kata Teddy dalam keterangannya di Jakarta.

Sebagai tindak lanjut, Presiden Prabowo menginstruksikan agar dilakukan studi komparasi antara buku ajar di Indonesia dengan negara-negara tetangga guna meningkatkan standar dan kualitas pendidikan nasional secara menyeluruh.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+