Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan besarnya dampak banjir dan longsor yang melanda pulau Sumatera pada akhir 2025. Bencana tersebut menerjang tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga

Sebagai Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera, Tito menilai bencana itu merupakan yang paling luas selama perjalanan kariernya di pemerintahan maupun kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut memaksa jutaan warga mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga

"Jadi inilah gambaran pada waktu bencana kita semua dan saya melihat dari data ini jujur saya merasa ini salah satu bencana yang terluas di Indonesia. Kita lihat datanya ya, itu yang displacement terjadinya pengungsian masyarakat yang berpindah terdampak karena bencana ini itu jumlahnya 2.107.941 orang, bayangkan jutaan, separuh negara Singapura nih," ujar Tito di Kantor Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom), Jakarta Pusat, Rabu 5 Agustus 2026.

Menurut Tito, bukan hanya jumlah pengungsi yang sangat besar, tetapi luas wilayah terdampak juga menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan bencana.

Baca Juga

Ia menyebut sebanyak tiga provinsi dan 53 kabupaten/kota terdampak secara bersamaan, kondisi yang menurutnya hampir belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka.

"Jumlah provinsi tiga, jarang-jarang ada bencana tiga provinsi. Jumlah kabupaten kota terdampak 53, enggak main-main nih. Pernah enggak kita ngalami 53 kabupaten kota terdampak dalam satu bencana? Kayaknya di zaman modern kayaknya hampir enggak ada ya sejak Indonesia merdeka," tegasnya.

Tito kemudian membandingkan peristiwa tersebut dengan berbagai bencana yang pernah ia tangani selama menjabat di institusi kepolisian hingga menjadi Menteri Dalam Negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan bencana di Sumatera memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan gempa, tsunami, dan longsor di Palu maupun bencana di Lombok yang pernah ditanganinya.

"Bagi saya sendiri pribadi sebagai mantan polisi, pernah jadi Kapolres, Kapolda, Kapolri, menjadi Menteri Dalam Negeri, jujur saya dalam karier saya belum pernah saya mengalami peristiwa bencana yang seluas ini. Pernah saya Kapolri menangani waktu gempa bumi, longsor, tsunami di Palu satu kota. Pernah di Lombok saya tangani juga waktu itu bersama dengan unsur lain tapi tidak seluas ini," tuturnya.

Halaman Selanjutnya

Bencana yang terjadi pada akhir November 2025 itu mengakibatkan kerusakan pada ratusan ribu rumah, infrastruktur jalan, serta berbagai fasilitas publik di tiga provinsi terdampak.