Jakarta, CNN Indonesia --

Menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus negosiator urusan Timur Tengah Jared Kushner menggelar pertemuan langka dengan para pemimpin Hamas di Mesir pada Minggu (16/8).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas peta jalan kesepakatan damai terbaru yang didukung AS. Selain itu, pembahasan juga meliputi pelucutan senjata kelompok tersebut hingga penyerahan kekuasaan di Jalur Gaza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip CBS News, pertemuan yang turut melibatkan pejabat senior Hamas Khalil al-Hayya berfokus untuk mewujudkan rencana negosiasi Dewan Perdamaian Internasional ke dalam langkah-langkah konkret.

Agenda utama pembicaraan mencakup upaya mempertahankan gencatan senjata, memulai pengalihan seluruh tanggung jawab pemerintahan ke Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, dan memastikan Hamas tidak lagi memiliki peran pemerintahan di masa depan.

Selain itu, pembahasan yang dilakukan juga terkait memfasilitasi penarikan pasukan Israel serta mengerahkan pasukan stabilisasi internasional.

Pada bulan lalu, Trump sempat mengklaim kemajuan signifikan dari dewan tersebut.

"Telah mencapai kesepakatan Sejarah untuk Penyerahan Senjata Secara Lengkap oleh Hamas dan semua kelompok bersenjata lainnya di Gaza," kata Dewan Perdamaian.

Seorang sumber yang mengetahui pertemuan di Mesir itu menegaskan bahwa proses transisi ini menuntut kepastian penuh di lapangan.

Menurutnya, Hamas harus melepaskan seluruh otoritas pemerintahan serta persenjataan dan infrastruktur militernya demi memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi kawasan.

Berdasarkan draf rencana 15 poin yang didukung AS, penarikan bertahap militer Israel akan dilakukan setelah "proses pelucutan senjata selesai". Adapun dengan kendali keamanan diserahkan kepada Pasukan Stabilisasi Internasional dan kepolisian Palestina yang baru dibentuk.

Langkah diplomatik Kushner di Mesir berlangsung di tengah friksi tajam dengan Israel.

Pada pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menolak peta jalan tersebut dan bersumpah tidak akan menarik pasukannya sampai kelompok militan itu benar-benar melucuti senjata.

Kushner dijadwalkan langsung bertolak ke Israel pada Senin (17/8) untuk menemui Netanyahu. Menjelang pertemuan tersebut, sejumlah negara regional termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordan, Pakistan, hingga Indonesia mengecam sikap keras Tel Aviv.

Para menteri luar negeri negara-negara tersebut menyatakan bahwa Israel kini bertanggung jawab atas terhambatnya upaya mewujudkan perdamaian di Gaza.

Koalisi negara-negara regional bersama mediator gencatan senjata turut mendesak AS dan Dewan Perdamaian mengambil "langkah-langkah segera dan konkret" untuk mencegah pihak mana pun menggagalkan implementasi peta jalan damai di wilayah tersebut.

(fln/bac)

placeholder