Jakarta -
Seorang petugas kehutanan menemukan seekor ular langka yang belum pernah tercatat keberadaannya di distrik Kutch, India, selama lebih dari 150 tahun.
Saat pulang dari patroli dekat Kala Dungar, titik tertinggi di Kutch, Jayesh Dumadiya dan timnya melihat ular royal berkepala hitam (black headed royal snake) yang cukup umum ditemui. Saat menangani reptil tersebut, pandangan mereka tertuju pada makhluk lain. Makhluk itu ular jenis lain, yang belum pernah dilihat Dumadiya.
"Ular yang muncul di jalan ini merupakan sesuatu yang baru bagi saya. Jadi saya memotret dan merekam videonya, lalu mengirimkannya kepada para ahli, penyelamat ular, dan ilmuwan," ungkap Dumadiya kepada Indian Express yang dikutip detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian, ilmuwan mengonfirmasi ular yang dilihat Dumadiya pada malam 6 September itu adalah ular pasir Afro Asia (Afro-Asian sand snake), spesies yang belum pernah tercatat lagi keberadaannya di Kutch sejak 1872.
"Terdapat dua atau tiga laporan penampakan sejak saat itu, namun belum dapat dikonfirmasi kebenarannya," ujar Dumadiya terkait reptil semi berbisa tersebut.
Dheeraj Mittal, Konservator Hutan, mengatakan terakhir kali kemunculan ular ini dilaporkan di kawasan tersebut adalah saat naturalis Ferdinand Stoliczka melakukan perjalanan melintasi India pada era 1870-an untuk mengumpulkan berbagai spesimen zoologi.
"Ini adalah penampakan langka dan semacam catatan kedua setelah rekam jejak tahun 1872. Terdapat catatan historisnya, namun kami baru berhasil melihat dan merekam reptil tersebut kembali setelah sekian tahun lamanya," tegas Mittal.
"Ular ini endemik di lanskap seperti Kutch, sehingga penampakannya ini bagaikan sebuah penemuan kembali. Mampu memverifikasi secara fisik di 2026 atas catatan yang dibuat pada tahun 1872 adalah suatu pencapaian besar," imbuhnya.
Menurut India Today, ular pasir Afro Asia mampu beradaptasi dengan habitat kering dan gersang, serta memangsa hewan-hewan kecil, termasuk kadal dan hewan pengerat.
Pihak berwenang kehutanan berencana untuk mendokumentasikan penampakan tersebut lebih lanjut ke dalam jurnal-jurnal ilmiah.
Meski iklim kering Kutch tak ideal bagi semua spesies, penampakan langka ini menunjukkan bahwa bertentangan dengan pandangan umum, kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati yang membutuhkan perlindungan dan penelitian lebih lanjut.
(fyk/afr)
TAGS
LIHAT LAINNYA