Rabu, 22 Juli 2026 - 02:04 WIB

VIVA – Persaingan chipset smartphone pada 2026 semakin sengit. Jika beberapa tahun lalu Qualcomm dan Apple menjadi dua nama yang paling dominan, kini MediaTek dan Samsung berhasil memperkecil jarak melalui inovasi di sektor CPU, GPU, efisiensi daya, dan kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga

Setiap produsen kini memiliki keunggulan masing-masing. Dirangkum VIVA Rabu, 22 Juli 2026, ada yang unggul dalam performa gaming, ada yang menawarkan efisiensi daya terbaik, sementara yang lain mengedepankan integrasi AI atau optimalisasi sistem operasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, siapa yang memimpin persaingan chipset pada 2026?

Baca Juga

Snapdragon Masih Menjadi Raja Android

Qualcomm tetap mempertahankan reputasinya sebagai salah satu produsen chipset Android terbaik melalui Snapdragon seri flagship terbaru.

Baca Juga

Keunggulan terbesar Snapdragon terletak pada keseimbangan performa CPU, GPU Adreno, efisiensi daya, dan kompatibilitas dengan berbagai produsen smartphone.

Dalam berbagai pengujian, Snapdragon masih menunjukkan performa gaming yang sangat konsisten dengan suhu yang relatif stabil. Dukungan teknologi seperti ray tracing, AI Engine terbaru, serta modem 5G berkecepatan tinggi membuatnya menjadi pilihan utama banyak produsen flagship Android.

MediaTek Dimensity Semakin Sulit Diremehkan

MediaTek mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Chipset Dimensity flagship kini mampu bersaing langsung dengan Snapdragon pada berbagai pengujian sintetis maupun penggunaan nyata. Selain peningkatan performa CPU, GPU terbaru MediaTek juga menunjukkan lompatan besar dalam rendering grafis dan efisiensi energi.

Keunggulan lain Dimensity adalah kemampuannya menghadirkan performa tinggi dengan harga perangkat yang sering kali lebih kompetitif dibanding ponsel berbasis Snapdragon.

Performa AI, pemrosesan kamera, dan efisiensi daya juga terus meningkat sehingga banyak produsen mulai mengandalkan Dimensity untuk smartphone premium mereka.

Exynos Bangkit dengan Teknologi Baru

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Samsung membawa perubahan besar melalui Exynos generasi terbaru. Setelah beberapa tahun mendapat kritik terkait efisiensi dan suhu kerja, Exynos kini tampil jauh lebih kompetitif. Peningkatan performa CPU, GPU Xclipse berbasis arsitektur AMD RDNA, serta fabrikasi yang lebih modern membuat performanya semakin mendekati para pesaing.

Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan performa dengan Snapdragon semakin tipis, meski pada beberapa skenario gaming berat Snapdragon masih unggul dalam kestabilan frame rate dan pengelolaan panas.

Halaman Selanjutnya

Apple Silicon Tetap Menjadi Tolok Ukur