Sabtu, 05 September 2026, 22:10 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) menjalankan program percontohan pengelolaan sampah di enam sekolah sebagai bagian dari upaya membangun budaya pemilahan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan kembali sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Program tersebut menjadi bagian dari inisiatif lingkungan bertajuk Pilah Baik yang akan dijalankan secara berkelanjutan selama dua tahun ke depan.
Direktur Human Capital Maybank Indonesia Irvandi Ferizal mengatakan program tersebut melibatkan sekitar 500 relawan dan kurang lebih 3.000 siswa. Melalui program ini, para peserta akan diberikan edukasi mengenai pemilahan sampah hingga pemanfaatannya kembali melalui proses upcycling.
“Kita coba melatih mereka untuk memilah sampah, tapi sekaligus juga mengetahui bagaimana program upcycling dan bisa menjadi dampak ekonominya kepada masyarakat,” kata Irvandi dalam kegiatan Global CR Day Maybank Indonesia, di SDN 08 Ragunan, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan sesaat. Karena itu, Maybank Indonesia ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya dengan membiasakan anak-anak memahami pentingnya memilah sampah sejak dini.
Sampah yang telah dipilah nantinya diharapkan dapat melalui proses pengolahan kembali atau upcycling sehingga menghasilkan produk baru yang memiliki nilai.
Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Tiffany Fransiska mengatakan, program Pilah Baik tidak dirancang sebagai kegiatan satu hari. Tema pengelolaan sampah tersebut akan menjadi fokus program keberlanjutan Maybank dalam dua tahun mendatang.
“Kita berharapnya bukan cuma satu hari, tapi memang akan berlanjut,” ujarnya.
Maria menjelaskan, Maybank ingin mendorong pengelolaan sampah yang tidak hanya berhenti pada proses pemilahan. Sampah yang telah dikumpulkan juga akan diupayakan untuk diolah menjadi barang baru yang memiliki nilai tambah.
“Nanti kita juga akan melakukan pengolahan sehingga bisa menjadi barang yang punya value baru,” kata Maria.
Ia menambahkan, produk hasil pengolahan tersebut berpotensi memiliki nilai ekonomi. Namun, Maybank masih akan melakukan pengukuran terhadap dampak ekonomi yang dihasilkan dari program tersebut.
Selain melibatkan sekolah, program ini juga diharapkan dapat menjangkau komunitas dan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. Maybank menilai perubahan kebiasaan dalam memilah dan mengelola sampah dapat menciptakan dampak yang lebih luas.
Maybank Indonesia pun belum menetapkan target pengurangan sampah berdasarkan tonase. Menurut Maria, perusahaan memilih untuk terlebih dahulu mengukur dampak program, baik terhadap lingkungan, sekolah, maupun masyarakat.
“Yang memang kita ukur bukan banyak-banyakan sekolah, tapi lebih ke dampak yang kita lakukan di dalam sekolahnya sendiri dan juga lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Annisa Nurfitri