Banjarmasin (ANTARA) - Anggota Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Nor Fajri mengimbau seluruh masyarakat provinsinya agar utamakan kesehatan menghadapi kemarau panjang dan kabut asap.
"Warga masyarakat Kalsel agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta munculnya kabut asap di sejumlah wilayah," imbau wakil rakyat dari Partai Gerindra tersebut, Jumat.
Menurut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu, dampak kemarau panjang tidak hanya meningkatkan risiko Karhutla, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat akibat menurunnya kualitas udara.
Oleh karena itu, wakil rakyat kelahiran Amuntai (185 km utara Banjarmasin), ibukota HSU tersebut meminta masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan guna menjaga kondisi kesehatan tubuh supaya tetap prima.
Baca juga: DPRD Kalsel dorong penguatan sinergi jaga kamtibmas
"Yang paling utama menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, serta menjaga stamina agar daya tahan tubuh tetap kuat menghadapi kondisi cuaca saat ini," ujar H. Nor Fajri.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama apabila kualitas udara mulai menurun akibat kabut asap. Penggunaan masker tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Nor Fajri tak lupa pula mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling bersinergi dalam menjaga kesehatan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan selama musim kemarau berlangsung.
"Pemerintah sendiri telah memperkuat langkah antisipasi Karhutla di Kalsel yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota selama musim kemarau 2026" demikian Nor Farji..
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.