Jakarta -

Konsumsi sayur masih menjadi tantangan dalam pemenuhan gizi penduduk Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan 96,7% penduduk berusia 5 tahun ke atas belum memenuhi anjuran konsumsi sayur dan buah.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendorong kebiasaan makan sayur adalah menanamnya sendiri di rumah. Dengan memiliki tanaman sayur, akses terhadap bahan pangan segar menjadi lebih mudah. Sayuran juga bisa dipanen sesuai kebutuhan dan langsung diolah menjadi menu sehari-hari.

Penelitian dalam jurnal Food Security tahun 2022 menunjukkan bahwa kegiatan berkebun di rumah dapat membantu meningkatkan konsumsi sayuran. Akses yang lebih mudah terhadap sayuran hasil panen sendiri membuat bahan pangan tersebut lebih tersedia untuk dikonsumsi sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan ini menunjukkan bahwa berkebun di rumah dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi sayuran sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Meski demikian, kebiasaan makan sayur juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti pilihan menu, pengetahuan gizi, dan kebiasaan makan sehari-hari. Menanam sayur dapat menjadi salah satu langkah untuk mempermudah akses, tetapi hasil panen tetap perlu dikonsumsi secara rutin.

Tak Punya Lahan Luas, Tetap Bisa Menanam Sayur

Menanam sayur sendiri tidak selalu membutuhkan kebun atau halaman yang luas. Bagi yang tinggal di perkotaan, metode hidroponik dapat menjadi salah satu pilihan untuk memanfaatkan ruang terbatas.

Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman yang menggunakan air dengan larutan nutrisi sebagai sumber unsur hara. Tanaman dapat tumbuh tanpa tanah, sementara instalasinya bisa disesuaikan dengan ruang yang tersedia.

General Manager Ladang Farm Technology, Nova Hariswanto, menjelaskan bahwa metode ini dapat diterapkan di lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

"Itu emang khusus buat pertanian di perkotaan yang tidak mempunyai lahan luas atau mungkin lahan sedikit," ujar Nova.

Menurut Nova, area sekitar rumah berukuran 2 x 3 meter pun dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Sistem sederhana juga bisa dibuat menggunakan botol bekas sebagai bagian dari instalasi hidroponik.

"Contohnya di samping rumah itu kayak punya lahan, punya sisa tanah ataupun halaman sekitar 2 meter x 3 meter atau berapa, gitu. Kita bisa manfaatin itu, Kak, buat pertanian hidroponik," katanya.

Mengapa Asupan Sayur Penting untuk Tubuh?

Sayuran mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh, mulai dari serat, vitamin, mineral, hingga senyawa antioksidan. Kandungannya beragam, bergantung pada jenis dan warna sayuran yang dikonsumsi.

Salah satu manfaat penting sayuran berasal dari kandungan seratnya. Serat membantu menjaga pergerakan usus dan melancarkan buang air besar. Sebagian jenis serat juga dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di saluran pencernaan.

Sayuran juga menyediakan vitamin dan mineral yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh. Vitamin A, misalnya, mendukung kesehatan mata, sedangkan vitamin C membantu fungsi sistem kekebalan tubuh. Folat dibutuhkan dalam pembentukan sel, sementara vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah.

Mineral seperti kalium turut membantu menjaga keseimbangan cairan dan mendukung pengaturan tekanan darah. Karena kandungan gizi setiap sayuran berbeda, mengonsumsi beragam jenis sayur dapat membantu melengkapi kebutuhan zat gizi harian.

Selain itu, sayuran umumnya memiliki kandungan air dan serat yang cukup tinggi dengan kandungan energi yang relatif rendah. Menyertakan sayur dalam menu makan dapat membantu memberikan rasa kenyang tanpa menambah asupan energi dalam jumlah besar.

Pola makan yang kaya sayur juga berkaitan dengan kesehatan jantung dan pengendalian sejumlah faktor risiko penyakit tidak menular.

Berapa Porsi Sayur yang Dianjurkan dalam Sehari?

Kementerian Kesehatan melalui Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan konsumsi sekitar tiga sampai empat porsi sayuran setiap hari. Jika satu porsi sayur setara dengan sekitar 75 gram, sehingga kebutuhan hariannya kurang lebih 225-300 gram.

Sayuran juga perlu dikonsumsi bersama buah dan kelompok pangan lainnya agar kebutuhan gizi lebih beragam. Dalam panduan Isi Piringku, setengah bagian piring makan diisi sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya diisi makanan pokok dan lauk pauk.

Untuk mulai membiasakan konsumsi sayur, sayuran bisa ditambahkan dalam menu makan pagi, siang, maupun malam. Pilihan pengolahannya pun beragam, seperti sup, tumisan, atau sayuran sebagai pelengkap lauk.

Bagi yang tertarik menanam sendiri, hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif untuk menyediakan sayuran di rumah meski tidak memiliki lahan luas.

Pada akhirnya, tren hidroponik dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara untuk mendekatkan akses sayuran di rumah. Ketika sayuran lebih mudah dijangkau dan tersedia di rumah, peluang untuk mengonsumsinya meningkat. Kebiasaan ini dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi seimbang dan meningkatkan konsumsi sayur di Indonesia.

Halaman 2 dari 3

Simak Video "Video: Cuan Belasan Juta Berkat Budidaya Sayuran Hidroponik"
[Gambas:Video 20detik] (mal/up)