Kamis, 16 Juli 2026 - 21:05 WIB

VIVA – Di tengah persiapan Megawati Hangestri menjalani debut bersama Hyundai Hillstate, dunia voli Korea Selatan justru diguncang kabar tak sedap. Mantan klub yang pernah diperkuat Megawati, Jung Kwan Jang Red Sparks, terseret dalam dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan salah satu staf pelatih.

Baca Juga

Kasus tersebut diduga terjadi saat acara makan malam tim pada Januari 2026, ketika skuad Red Sparks tengah menikmati masa jeda kompetisi All-Star. Insiden disebut berlangsung di restoran kedua setelah rombongan berpindah dari lokasi makan pertama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komunitas voli Korea pun dibuat geger oleh tuduhan yang mengarah kepada salah satu pelatih tim putri Jung Kwan Jang. Yang membuat kasus ini semakin menyita perhatian adalah keberadaan pelatih kepala Ko Hee-jin di lokasi kejadian.

Baca Juga

Megawati Hangestri dan Ko Hee-Jin

Photo :

  • TikTok @tonggone_mega

Berdasarkan laporan yang diperoleh media Korea World Biz & Sports World, Ko Hee-jin berada di tempat ketika dugaan pelecehan seksual terjadi. Bahkan, ia disebut duduk tepat di seberang lokasi insiden.

Baca Juga

Media tersebut mengungkap bahwa Ko Hee-jin tidak melakukan tindakan apa pun untuk menghentikan situasi yang terjadi. Sebaliknya, ia hanya menyaksikan kejadian tersebut.

"Ia hanya berdiri dan membiarkan situasi tersebut."

Tak hanya itu, Ko Hee-jin juga disebut sempat melontarkan komentar yang dianggap tidak pantas.

"Akan berlanjut ke babak ketiga."

Ko Hee-jin selama ini dikenal memiliki hubungan yang cukup dekat dengan para pemain. Namun, hasil investigasi media mengungkap sisi lain dari kedekatan tersebut.

Dalam penyelidikan disebutkan bahwa Ko beberapa kali mengajak para pemain untuk minum bersama, bahkan membawa pemain tertentu ke sebuah bar milik kenalannya yang berada di luar Kota Daejeon, tempat tim bermarkas.

Menurut pihak klub, Ko Hee-jin mengaku merasa bertanggung jawab atas situasi yang terjadi. Namun, ketika dimintai penjelasan mengenai insiden pada malam makan bersama itu, ia memberikan jawaban yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tidak tahu. Saya tidak ingat dengan jelas."

Sikap Ko yang dianggap tidak bertindak saat dugaan pelecehan terjadi juga menuai sorotan karena dinilai gagal melindungi para pemain yang berada di bawah tanggung jawabnya.

Halaman Selanjutnya

Peraturan Komite Perlindungan Hak Asasi Manusia Pemain Federasi Bola Voli Korea (KOVO) secara tegas mengatur sanksi terhadap pihak yang mengetahui, membantu, atau menutupi tindakan kekerasan, termasuk kekerasan seksual.