Jakarta, VIVA – Pemerintah Indonesia mengerahkan puluhan helikopter dan belasan pesawat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Baca Juga

Langkah ini dilakukan di tengah dampak kabut asap yang turut mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat di Malaysia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus mengintensifkan upaya pemadaman karhutla melalui pengerahan personel darat, operasi udara, hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga melanggar ketentuan.

Baca Juga

Dalam keterangan yang disampaikan di Kuala Lumpur, Sabtu (10/11/26), KBRI juga menyampaikan keprihatinan dan empati kepada pemerintah serta masyarakat Malaysia atas dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Pemerintah Indonesia, menurut KBRI, menyadari pentingnya kualitas udara bersih bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh instansi terkait terus bekerja untuk memadamkan titik-titik api secepat mungkin guna meminimalkan dampak kabut asap lintas batas.

Baca Juga

Berdasarkan pemantauan selama 24 jam melalui sistem SiPongi, yang mengintegrasikan data satelit Terra/Aqua, NOAA-20, dan Suomi NPP (SNPP), terdeteksi 555 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 336 titik. Disusul Sumatra Selatan sebanyak 142 titik, Kalimantan Barat 48 titik, Kalimantan Selatan 28 titik, dan Jambi satu titik.

Pemantauan tersebut juga mengidentifikasi 193 titik api aktif dengan target area pemadaman mencapai sekitar 748,04 hektare. Dari jumlah itu, petugas berhasil memadamkan api di lahan seluas sekitar 560,60 hektare atau sekitar 75 persen dari total target pemadaman.

Untuk memperkuat penanganan, pemerintah mengerahkan 15 pesawat CASA guna menjalankan operasi modifikasi cuaca dan memicu hujan buatan di wilayah strategis Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Sumatra Selatan.

Selain itu, 35 helikopter dikerahkan untuk melakukan pengeboman air atau water bombing guna memadamkan titik-titik api dari udara di Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, dan Jambi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penanganan karhutla juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Manggala Agni, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), badan penanggulangan bencana daerah, hingga relawan masyarakat.

Pengerahan personel untuk pemadaman darat dan pemeriksaan langsung di lapangan mencakup 14.837 personel di Riau, 14.458 personel di Kalimantan Barat, 13.699 personel di Kalimantan Tengah, 12.285 personel di Sumatra Selatan, 7.927 personel di Kalimantan Selatan, dan 5.984 personel di Jambi.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, pemerintah menetapkan status tanggap darurat di Kalimantan Tengah. Sementara status siaga darurat diberlakukan di tujuh provinsi, yakni Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Timur.