Kuala Lumpur -

Traveler wajib berhati-hati jika punya rencana untuk berkunjung ke Malaysia di tahun depan. Karena otoritas di sana memperkirakan Malaysia akan mengalami panas yang luar biasa.

Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) memprediksi suhu di sejumlah wilayah bisa menembus 40 derajat Celsius akibat fenomena Super El Nino pada 2027. Direktur Jenderal MetMalaysia, Mohd Hisham Mohd Anip, mengatakan dampak El Nino biasanya mulai terasa menjelang berakhirnya Monsun Timur Laut.

Kondisi tersebut diperkirakan paling terasa di wilayah utara Semenanjung Malaysia. Puncak suhu ekstrem diperkirakan terjadi sekitar Maret hingga April 2027, bertepatan dengan periode ekuinoks.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat itu, posisi matahari berada tepat di atas wilayah tertentu sehingga panas yang diterima permukaan bumi menjadi lebih kuat.

Mengutip The Star, Minggu (13/9/2026) Malaysia sebelumnya pernah mencatat suhu tertinggi 40,1 derajat Celsius di Chuping, Perlis, saat Super El Nino 1997/1998. MetMalaysia memperkirakan rekor tersebut berpotensi terlampaui jika fenomena pada 2027 benar-benar berkembang dengan intensitas yang lebih kuat.

"Jika fenomena ini diperkirakan lebih kuat, suhu bisa melewati rekor tersebut dan mencapai 40,5 atau bahkan 41 derajat Celsius," ungkap Mohd Hisham.

Cuaca panas itu juga diperkirakan bertepatan dengan bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2027. Sehingga MetMalaysia mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat suhu sedang tinggi, demi menjaga kesehatan dan keselamatan.

"Ketika ekuinoks, matahari berada tepat di atas. Ditambah kondisi kering dengan tutupan awan yang minim, paparan panas secara langsung dapat berdampak buruk," ujarnya.

Kendati begitu, kondisi saat tersebut belum menunjukkan Super El Nino. Fenomena itu masih harus berkembang dari fase lemah, sedang hingga kuat sebelum mencapai kategori yang sangat kuat.

MetMalaysia memperkirakan perkembangannya dapat mengarah ke Super El Nino pada akhir 2026. Dan Malaysia sebelumnya tercatat mengalami tiga episode Super El Nino yakni pada 1982/1983, 1997/1998, dan 2015/2016.

Fenomena ini dapat memicu cuaca sangat kering, berkurangnya hujan, meningkatnya risiko kabut asap akibat pembakaran terbuka, hingga kekeringan berkepanjangan.

MetMalaysia juga mewaspadai dampaknya terhadap pasokan air. Sejumlah wilayah utara pernah mengalami periode tanpa hujan hingga 70 hari, sementara pada episode El Nino sebelumnya beberapa bendungan di Melaka bahkan sempat mengering.

(upd/wsw)