Daftar Isi
Jakarta -
Kebiasaan makan malam sering kali dituding sebagai penyebab utama di balik melonjaknya angka timbangan. Tak heran jika banyak orang yang rela menahan lapar di malam hari demi menghindari kenaikan berat badan, bahkan tidak menyentuh makanan setelah jam 6 sore.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa anggapan makan malam secara otomatis membuat tubuh gemuk hanyalah mitos. Menurutnya, 'biang kerok' sebenarnya dari kenaikan berat badan adalah total kalori harian yang berlebih.
"Makan malam nggak bikin berat badan naik. Yang bikin berat badan naik itu kalau misalnya kalorinya melebihi kalori yang dibutuhkan sama tubuh kamu," tegas dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Yaze menjelaskan makan malam, bahkan di jam 8 malam, sekalipun sebenarnya tidak menjadi masalah. Ini selama akumulasi asupan energi harian tetap terkontrol.
"Kalau misalnya dari pagi sampai malam belum makan, terus makan malam di jam 8 atau jam 7, nggak ada masalah sebenarnya. Nggak bikin kamu naik berat badan," lanjutnya.
Bahaya Mengandalkan 'Satu Kali Makan' di Malam Hari
Meski makan malam diperbolehkan, dr Yaze menekankan bahwa sengaja membiarkan perut kosong seharian. Lalu, meluapkannya dalam satu kali porsi besar di malam hari tetap bukan pilihan bijak.
"Cuma tiba-tiba cuma makan malamnya saja, sebenarnya nggak disarankan juga. Karena nanti porsinya, kalori yang kamu butuhkan itu enggak akan nyampe," terang dr Yaze.
"Terus porsi dari protein yang harusnya kamu capai, misalnya di 90 gram, itu nggak akan nyampe juga," sambungnya.
Oleh karena itu, dr Yaze mengimbau untuk membagi jadwal makan secara bertahap sepanjang hari agar asupan nutrisi seperti protein dan kalori harian tetap tercukupi dengan baik.
"Jadi enggak disarankan sehari cuma makan 1 kali. Mendingan itu dalam 1 hari kita bagi misalnya di 3 kali makan atau 4 kali makan dengan 1 kali snack," pungkasnya.
(sao/naf)