Senin, 10 Agustus 2026 - 00:00 WIB
VIVA – Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) bernama Adriano Padama menjadi sorotan publik usai menyampaikan curhatannya secara langsung ke Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman. Momen ini berawal saat Mentan tengah menjadi pembicara dalam upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Undip baru-baru ini.
Baca Juga
Mentan yang sedang menyampaikan pengarahan tiba-tiba dipotong oleh teriakan Adriano Padama dari kejauhan. Amran yang mendengar suara Adriano kemudian meminta mahasiswa tersebut untuk maju ke atas panggung. Setibanya di atas panggung dengan menahan tangisnya, Adriano Padama mengungkap tentang betapa sulitnya distribusi dan mahalnya harga beras di daerahnya, di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya dari kabupten kecil di NTT. Satu-satunya akses distribusi adalah menggunakan kapal," kata dia dikutip dari akun TikTok@MissMia, Senin 10 Agustus 2026.
Baca Juga
Namun jika musim penghujan datang distribusi terganggu. Alhasil hal tersebut memengaruhi stok pangan di daerahnya.
"Saat musim hujan, mungkin karena kami dekat samudera hujannya itu betul-betul sangat parah. Masalahnya kebutuhan beras kami sekitar 24 ribu hingga 27 ribu ton per tahun. Sementara kemampuan kami cuman 10 persen sehingga harga beras sering naik dan mahal," kata dia.
Baca Juga
Disebutkan oleh Padama, harga beras di daerah perkotaan di Alor sekitar Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu per kg. Sementara di wilayah pedalaman harga normal berkisar Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu per kg. Namun ketika krisis, kata Padama harga beras di pedalaman bisa mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kg.
"Yang saya khawatirkan banyak anak kecil terpaksa makan umbi-umbian yang saya tau kalau mereka makan umbi-umbian maka perut mereka akan penuh gas. Sehingga akan besar, mohon maaf lubang pembuangan mereka akan mengecil," kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mendengar penjelasan dari mahasiswa tersebut, Mentan Amran langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melalu sambungan telepon.
"Pak Dirut itu Kabupaten Alor ada Gudang Bulog di sana? Kalau belum ada bisa bangun gudang di sana ya? Harga beras di sana cukup tinggi. Kirim utusannya kirim beras hari ini ya," kata dia dalam sambungan telepon itu.
Halaman Selanjutnya
Amran juga menegaskan akan memantau perkembangannya. Dia juga sempat meminta mahasiswa tersebut untuk ikut memantau dan melaporkan perkembangannya.