REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ), Mochamad Shandy Akbar, meraih tiga capaian pada 9th IPB International Nutrition Summer Course (INSC).
Shandy meraih Juara 1 Best Infografis, Juara 2 Best Infographic Presentation, serta Best Participant dalam kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (14/8/2026).
Baca juga: Mahasiswa FT UMJ Raih Medali Emas di International Student Competition 2026 Thailand
Ketua Program Studi Sarjana Gizi FKK UMJ, Dr Nunung Cipta Dainy, SP, M.Si, mengapresiasi capaian Shandy. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Gizi UMJ dalam bidang akademik sekaligus komunikasi dan kreativitas.
“Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas capaian Mochamad Shandy Akbar. Prestasi ini menunjukkan mahasiswa Gizi UMJ tidak hanya memiliki kemampuan akademik, juga mampu berkomunikasi, berkreasi, dan berkompetisi di tingkat internasional,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (19/8/2026).
Shandy menjadi salah satu dari tiga perwakilan UMJ dalam kegiatan tersebut. Ia berkompetisi bersama Anis Binti Azmi dari Universitas Malaysia Sabah sebagai rekan satu tim.
Pada kompetisi ini, peserta terbagi ke dalam kelompok besar yang melibatkan tiga negara serta kelompok kecil yang terdiri atas dua negara. Setiap kelompok mendapat tugas menyusun esai dan infografis untuk kemudian dipresentasikan oleh 10 kandidat terbaik.
Shandy menjelaskan, timnya melakukan riset secara menyeluruh mengenai subtema “Breastfeeding and Stunting.”
Mereka mengangkat kondisi masyarakat di sejumlah wilayah kecil Indonesia yang masih memiliki suku autentik, seperti NTT dan Papua, yang belum sepenuhnya menjangkau edukasi gizi dan bidang kedokteran.
Tim tersebut juga menggunakan jargon “Let's Bridge the Gap, Nourish the Future” dalam presentasi. Jargon itu menjadi salah satu nilai tambah yang mendapat apresiasi dari dewan juri dari Malaysia, Indonesia melalui IPB, dan Jepang.
Shandy mengaku bangga mendapat kesempatan mewakili FKK, Program Studi Sarjana Gizi, dan UMJ dalam kegiatan internasional. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan diri sebagai ahli gizi di masa depan.
“Saya mendapatkan banyak insight dan informasi terkait sistematika kesehatan, salah satunya kondisi gizi masyarakat Jepang dan Malaysia. Hal ini nantinya insya Allah dapat menjadi bekal saya sebagai ahli gizi masa depan,” ungkapnya.
Selain itu, Shandy mengajak mahasiswa berani mencoba pengalaman baru, memperluas relasi, dan keluar dari zona nyaman. Ia berharap mahasiswa terus membawa nama baik serta membanggakan program studi dan institusi melalui berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan berskala internasional tersebut melibatkan perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Jepang. Peserta berasal dari Niigata Prefecture Jepang, Universitas Kebangsaan Malaysia, Universitas Malaysia Sabah, UMJ, Universitas Pendidikan Indonesia, IPB, UMS, serta perguruan tinggi lainnya.