Sabtu, 22 Agustus 2026, 15:42 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melontarkan pernyataan tak biasa soal masa depannya setelah tidak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara. Sigit mengaku siap turun langsung ke jalan dan bahkan memimpin demonstrasi jika kebijakan yang selama ini dibangun polisi untuk mengawal persoalan ketenagakerjaan tidak diteruskan oleh penggantinya.
Sigit secara khusus meminta calon kapolri yang nantinya menggantikannya tetap mempertahankan peran dari Desk Ketenagakerjaan. Ia bahkan menyampaikan ancaman bernada serius namun disampaikan secara terbuka: apabila desk tersebut tidak bekerja optimal setelah dirinya pensiun, ia sendiri akan turun memimpin aksi.
Baca Juga: Dituduh Terlibat Upaya Gembosi Prabowo Demi Uang, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Honor Saya...
"Saya sudah sampaikan ke calon-calon Kapolri nanti kalau saya sudah pensiun. Kalau Desk Ketenagakerjaan itu gak bekerja optimal, saya akan turun memimpin demo, setuju ya?," ujar Sigit, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Menurut Sigit, Desk Ketenagakerjaan Polri memiliki peran untuk mengawal berbagai persoalan yang dihadapi pekerja. Keberadaan desk tersebut juga disebut berkaitan dengan upaya menjaga komitmen yang telah dibangun antara Polri dan kalangan buruh.
"Revisi Undang-Undang Cipta Kerja peran Desk Ketenagakerjaan Polri bisa masuk di dalamnya. Karena ini menjadi bagian dari menjaga komitmen yang sudah terbangun," kata Listyo.
Karena itu, ia meminta keberadaan desk tersebut tidak sekadar menjadi program sementara. Sigit berharap institusi polisi tetap mendampingi buruh dalam menyampaikan aspirasi maupun menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Meski sempat menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan dirinya turun ke jalan setelah pensiun, Sigit tetap mengaku optimistis Desk Ketenagakerjaan akan terus berjalan.
"Saya yakin teman-teman juga akan menunjukkan bahwa Desk Ketenagakerjaan akan selalu ada, dari keinginan institusi Polri untuk terus bersama mendampingi teman-teman buruh," imbuhnya.
Ia juga menegaskan kembali pentingnya menjaga jalur komunikasi yang telah dibangun dengan kelompok buruh. Menurutnya, langkah konstruktif sudah dibangun sejak awal sehingga seluruh pihak perlu mempertahankannya.
Baca Juga: Di Balik Kejar Ijazah Gibran, Denny Indrayana Ternyata Pernah 'Ditersangkakan' Gegara Ganggu Jokowi
"Saya selalu sampaikan langkah konstruktif sudah dibangun dari awal. Saya pesan semua dilaksanakan dalam koridor yang tertib, konstruktif, kalaupun besar juga harus tertib," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar