Liputan6.com, Jakarta - Setelah melewati persaingan panjang sejak babak seleksi hingga battle penentuan, empat tim pemenang Genera-Z Berbakti 2026 kini memasuki fase baru. Mereka mengikuti bootcamp intensif di Jakarta sebagai bekal sebelum mengimplementasikan program pengabdian di empat desa binaan Bakti BCA.
Selama bootcamp, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan dari para mentor dan panelis, tetapi juga belajar membangun komunikasi, memperkuat kekompakan tim, hingga mempersiapkan mental menghadapi tantangan nyata di lapangan.
Berikut lima momen paling menarik dalam Genera-Z Berbakti 2026 Episode 6.
1. Empat Tim Winner Resmi Memulai Perjalanan Pengabdian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312955/original/062461000_1785569729-word_media_image8.jpg)
Perbesar
Episode keenam dibuka dengan pengumuman empat tim yang berhasil lolos menuju tahap implementasi program. Perjalanan panjang sejak ratusan peserta mengikuti seleksi akhirnya mengantarkan empat tim terbaik menuju desa pengabdian masing-masing.
Menurut salah satu panelis yang juga merupakan Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, keberhasilan para pemenang Genera-Z Berbakti 2026 bukan hanya dinilai dari kualitas ide, tetapi juga kepedulian mereka terhadap masyarakat.
"Mereka memiliki kualitas yang baik. Saya melihat ketulusan itu dari mereka untuk bisa terjun ke lapangan dan melihat langsung problem yang ada," ujar Nico
Bagi para peserta, lolos ke Top 4 bukan garis akhir, melainkan awal dari petualangan baru. Sebelum turun ke desa, para finalis mengikuti bootcamp di Jakarta.
"Segala hal mengenai bootcamp ini, aku tunggu banget. Aku benar-benar excited. Ini bukan tujuan utama, tetapi ini baru awal dari petualangan," ungkap Ghifari salah satu peserta dari Universias Padjajaran (UNPAD).
2. Bootcamp Jadi Tempat Membentuk Tim yang Lebih Solid
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312956/original/079902400_1785569729-word_media_image5.jpg)
Perbesar
Berbeda dengan babak kompetisi sebelumnya yang hanya diikuti tiga orang perwakilan, kali ini seluruh anggota tim bergabung dalam bootcamp. Masing-masing tim hadir dengan 12 anggota yang akan bekerja bersama selama pengabdian berlangsung.
Momen tersebut disambut antusias para peserta karena menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat sebelum terjun ke desa.
"Di sini datangnya enggak bertiga lagi, tapi ber-12. Semakin banyak tenaga, semakin banyak kepala yang hadir di sini. Jadi kita bisa bangun kekompakan satu sama lain," ujar Divany dari Universitas Indonesia (UI).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312957/original/097780500_1785569729-word_media_image3.jpg)
Perbesar
Berbagai aktivitas team building, mulai dari permainan strategi, tantangan komunikasi, hingga simulasi penyelesaian masalah menjadi sarana memperkuat chemistry antarpeserta. Menurut Ghifari, permainan mencari bola dengan mata tertutup menjadi pengalaman paling berkesan.
"Itu menjadi titik di mana kekompakan kita, chemistry, dan pengertian satu sama lain tanpa harus banyak berucap benar-benar diuji," kata Ghifari
3. Belajar Langsung dari Para Mentor dan Duta Bakti BCA
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312958/original/017142600_1785569730-word_media_image6.jpg)
Perbesar
Selain permainan tim, bootcamp juga diisi sesi pembekalan dari para mentor dan Duta Bakti BCA.
Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menegaskan bahwa Genera-Z Berbakti merupakan wujud komitmen Bakti BCA dalam mempersiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan Indonesia.
Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti program ini memiliki peran strategis sebagai penentu arah bangsa melalui gagasan, kepedulian sosial, dan aksi nyata yang mereka lakukan di masyarakat.
"Kami di Bakti BCA merasa kalian adalah arah penentu bangsa, karena masa depan Indonesia ada di tangan kalian. Kami selalu percaya bahwa visi besar dan komitmen jangka panjang kami adalah membangun sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing dalam skala global," ujar Hera.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti Genera-Z Berbakti dapat menjadi bekal untuk terus menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312959/original/035028700_1785569730-word_media_image1.jpg)
Perbesar
Sementara itu, Tri Mumpuni, yang juga merupakan panelis di babak battle, mengingatkan para peserta bahwa keberhasilan program pengabdian bukan ditentukan oleh hebatnya proposal, melainkan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat.
"Berada dengan masyarakat di desa itu, kita harus menjadi sarjana yang berada di pihak rakyat. Menjadi sarjana yang memakai sepatu rakyat," pesan Tri Mumpuni.
Selanjutnya, Nicholas Saputra membagikan pengalaman selama mendampingi berbagai komunitas di Indonesia. Ia menegaskan bahwa program yang baik harus relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"(Yang harus diantisipasi di pengabdian masyarakat itu) Kurang riset, kurang mendengar, dan kurang sensitif. Jangan sampai program hanya ditaruh di sana tanpa benar-benar dibutuhkan masyarakat," kata Nicholas.
Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi seluruh peserta sebelum memasuki desa masing-masing.
4. Persiapan Menuju Desa Ternyata Tidak Semudah Dibayangkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312960/original/050738200_1785569730-word_media_image2.jpg)
Perbesar
Meski kompetisi telah selesai, tantangan baru mulai bermunculan. Para peserta harus menyelesaikan berbagai persiapan administrasi, perizinan, hingga koordinasi dengan mitra desa. Beberapa tim bahkan mulai menemukan kendala sejak sebelum keberangkatan.
"Perizinan itu cukup alot, jadi membuat kita agak kaget dan deg-degan. Bagaimanapun juga program harus tetap dijalankan bersama masyarakat," ujar Ghifari
Tim juga melakukan koordinasi intensif mengenai mobilitas, kondisi cuaca, hingga strategi pelaksanaan program. Bahkan, tim UNAIR yang akan bertugas di Desa Wisata Patakbanteng mendapat informasi bahwa suhu di lokasi dapat mencapai -2 derajat celcius saat musim kemarau. Hal itu diungkapkan Sam dari Universitas Airlangga (UNAIR).
Menurutnya, kondisi cuaca dingin tidak hanya berdampak pada kelancaran pelaksanaan program, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan para peserta.
"Suhu minus 2 itu pasti ganggu sih. Pasti dari semua program, itu mau nggak mau kita atur, supaya kita ngerjain sesuatu itu nggak lagi pas dingin-dingin," kata Sam.
5. Momen Haru Saat Empat Tim Akhirnya Tiba di Desa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312961/original/066785600_1785569730-word_media_image7.jpg)
Perbesar
Puncak episode 6 ditandai dengan keberangkatan empat tim menuju desa binaan Bakti BCA. Tim Universitas Padjadjaran kembali ke Desa Wisata Situs Gunung Padang. Tim Universitas Airlangga memulai pengabdian di Desa Wisata Patak Banteng. Tim Universitas Gadjah Mada tiba di Desa Wisata Kreatif Terong, Bangka Belitung. Sementara itu, tim Universitas Indonesia akhirnya menginjakkan kaki di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Sulawesi Utara.
Setibanya di lokasi, para peserta langsung disambut hangat masyarakat setempat. Irfan dari UI mengaku terkesan dengan suasana desa yang asri sekaligus keramahan warganya.
"Desa ini cakep banget pemandangannya, suasananya jauh lebih sejuk dari biasanya. Dan yang pastinya aku kaget banget karena warga-warga di sini sangat humble, sangat welcome sama kedatangan kita," ujarnya.
Meski demikian, malam pertama di desa juga menghadirkan tantangan emosional. Beberapa peserta mulai merasakan rindu rumah setelah menyadari bahwa perjalanan pengabdian selama satu bulan benar-benar dimulai.
Namun semangat untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat menjadi bekal utama mereka menghadapi berbagai tantangan yang menanti.
Perjalanan Baru Dimulai
Episode 6 menjadi penanda berakhirnya kompetisi sekaligus dimulainya fase paling penting dalam Genera-Z Berbakti 2026. Ide-ide yang selama ini dipresentasikan kini harus dibuktikan melalui aksi nyata bersama masyarakat. Mampukah keempat tim mewujudkan program yang telah mereka rancang? Tantangan apa saja yang akan mereka hadapi selama tinggal di desa?
Saksikan perjalanan lengkap para finalis dalam Genera-Z Berbakti 2026 Episode 6 melalui kanal YouTube Bakti BCA, dan ikuti kisah mereka mengubah gagasan menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai Genera-Z Berbakti 2026 dapat diakses melalui bca.id/generazberbakti.