Jakarta -

Bagi warga Jabodetabek yang mendambakan udara segar dan pemandangan hijau tanpa harus terjebak kemacetan horor ke arah Puncak, Sentul jadi jawabannya.

Terletak di Kabupaten Bogor, Sentul menawarkan panorama alam yang asri sekaligus menantang. Salah satu aktivitas luar ruangan yang sedang sangat digandrungi di sini adalah trekking.

Jika kamu tertarik mencoba tapi bingung harus mulai dari mana, berikut adalah rekomendasi jalur trekking terbaik di sekitar Sentul yang dikelompokkan berdasarkan tingkat kesulitannya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekomendasi Jalur Trekking Sentul

1. Desa Cisadon (Pemula)

Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor, kian diminati pelari Jabodetabek berkat medan variatif, elevasi menantang, dan suasana desa yang masih alami.Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, semakin populer sebagai lokasi latihan lari trail bagi pelari Jabodetabek. Aksesnya yang relatif dekat dari kawasan perkotaan serta karakter medan yang bervariasi menjadikan jalur ini cocok untuk pelari pemula hingga berpengalaman yang ingin melatih daya tahan dan berburu elevasi di alam terbuka.Sejumlah pelari rutin memanfaatkan jalur ini untuk latihan berkala, bahkan memulai aktivitas sejak dini hari. Salah satunya Eko, karyawan swasta asal Jakarta, yang bersama rekan-rekannya hampir setiap bulan berlari di Cisadon. Rute dari area sekitar kandang sapi milik Presiden Prabowo Subianto menuju Desa Cisadon dapat mencapai sekitar 7 kilometer sekali jalan, dengan jarak tempuh yang bisa bertambah sesuai jalur dan menu latihan.Di sepanjang rute, papan penunjuk arah membantu pelari dan pendaki menuju berbagai destinasi lain seperti Bukit Paniisan, Situ Rawa Gede, Pasir Limo, hingga jalur yang terhubung ke Gunung Pancar dan kawasan Puncak. Jalur trekking Cisadon juga menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar sawah, kebun teh, hutan pinus, sungai, dan perbukitan yang terbuka luas, termasuk panorama dari Bukit Pasir Limo yang menampilkan lanskap Bogor dari ketinggian.Namun, karakter jalur yang berupa jalan desa rusak, tanah, makadam, serta lintasan anak sungai dan kubangan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika jalur berubah menjadi licin dan berlumpur. Minimnya sinyal seluler serta suasana desa yang tenang dan alami justru menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan pengalaman latihan yang menyatu dengan kehidupan warga lokal sekaligus kesempatan untuk sejenak lepas dari hiruk-pikuk dunia digital.Jalur trail Cisadon di Bojong Koneng, Bogor. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto

Sempat viral di media sosial, desa terpencil ini menawarkan jalur santai sepanjang 2-3 km dengan waktu tempuh sekitar 1-2 jam. Medannya relatif bersahabat, menyuguhkan pemandangan sawah, perbukitan, hingga danau mini. Datanglah di pagi buta untuk menikmati momen magis matahari terbit yang berpadu dengan kabut tipis.

2. Triple Leuwi: Leuwi Hejo, Curug Barong, & Leuwi Lieuk (Tingkat Menengah)

Bermain Air Di Segarnya Aliran Sungai Curug Leuwi HejoBermain Air Di Segarnya Aliran Sungai Curug Leuwi Hejo Foto: (Luthfi hafidz/detikcom)

Bagi yang ingin tantangan lebih, paket lengkap tiga air terjun ini adalah pilihan tepat. Jarak tempuhnya berkisar antara 4-5 km dengan waktu perjalanan sekitar 3-4 jam. Lelahnya berjalan akan langsung terbayar begitu melihat jernihnya air sungai yang berwarna kebiruan.

3. Triple Curug: Ciburial, Kembar, & Hordeng (Tingkat Berpengalaman)

Curug Ciburial, BogorCurug Ciburial, Bogor Foto: (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Rute ini menyajikan petualangan menyusuri lembah, hutan, dan jalur yang terus menanjak dan menurun. Dimulai dari Curug Ciburial, jalur ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang sudah terbiasa melakukan aktivitas fisik berat.

4. Bukit Paniisan & Curug Cibingbin (Jalur Panjang / Profesional)

Shower Climning Memanjat dinding curug Cibingnin melawan arus foto by koBillyShower Climning Memanjat dinding curug Cibingnin melawan arus foto by koBilly Foto: detik

Dikenal sebagai long track, rute menuju puncak Bukit Paniisan dengan ketinggian 846 mdpl ini memiliki medan yang cukup ekstrem. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam pendakian menembus lembah hutan lebat, sebelum akhirnya kamu bisa bersantai di Curug Cibingbin.

5. Curug Cibaliung (Jalur Panjang & Menantang)

Wisata Petualangan di Bogor, ada off road di Sentul, panjat tebing di Ciampea, Curug Cibaliung dan Leuwi LieukWisata Petualangan di Bogor, ada off road di Sentul, panjat tebing di Ciampea, Curug Cibaliung dan Leuwi Lieuk Foto: (My Trip My Adventure)

Dengan total jarak pulang-pergi mencapai 7 km, rute ini sangat tidak disarankan untuk anak-anak atau keluarga. Sepanjang perjalanan, kamu akan dimanjakan oleh variasi lanskap mulai dari sungai, sawah, kebun kopi, hingga melewati kawasan Leuwi Hejo dan Leuwi Benjol sebelum sampai di eksotisnya Curug Cibaliung.

6. Goa Agung Garunggang (Pemula)

Berbeda dengan jalur trekking Sentul yang didominasi air terjun, Goa Agung Garunggang menawarkan pemandangan batuan karst yang sekilas mirip dengan Grand Canyon versi mini.

Jalurnya relatif mudah, melewati area persawahan dan kebun warga. Begitu sampai, kamu akan disambut oleh labirin batu alam yang sangat instagramable dan bisa masuk ke dalam goa ditemani oleh pemandu lokal.

7. Curug Mariuk (Pemula)

Curug Mariuk JonggolCurug Mariuk Jonggol Foto: detik

Jika kamu mencari suasana yang lebih sepi dan private, Curug Mariuk adalah jawabannya. Letaknya tersembunyi dengan jalur trekking yang didominasi oleh tanah dan tanjakan yang cukup menguras tenaga, sekitar 1 jam perjalanan.

Namun, rasa lelah akan langsung sirna begitu melihat kolam alami berair jernih kehijauan yang dikelilingi tebing batu yang masih sangat asri.

(bnl/ddn)