Legislator Barsel minta pemkab bantu petani terdampak karhutla dan kekeringan
Selasa, 15 September 2026 16:03 WIB
Anggota DPRD Barito Selatan, Lisawanto. ANTARA/Bayu Ilmiawan.
Buntok (ANTARA) - Legislator Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Dr Lisawanto meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, agar membantu petani yang lahannya menjadi korban akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan akibat musim kemarau ini.
"Karhutla dan kekeringan yang terjadi saat ini tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi merembet ke sektor ekonomi masyarakat, terutama petani yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian dan perkebunan," kata Lisawanto di Buntok, Selasa.
Menurut Anggota DPRD Barito Selatan ini, sejumlah lahan warga saat ini banyak yang mengalami gangguan produksi akibat karhutla dan kekeringan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gagal panen serta hilangnya sumber pendapatan masyarakat.
"Hal itu mengingat, mereka juga merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah," ucap politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Barito Selatan ini.
Untuk itu, Lisawanto pun mengharapkan pemkab melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bergerak dan jangan sampai menunggu kondisi mereka semakin parah.
Pemkab juga harus segera turun ke lapangan untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap lahan pertanian maupun perkebunan masyarakat yang terdampak. Pendataan itu meliputi luas lahan, tingkat kerusakan, jenis tanaman yang terdampak hingga estimasi kerugian yang dialami petani.
"Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah semuanya parah. Harus dilihat langsung kondisi petani, berapa luas lahannya yang terdampak dan apa kebutuhan mereka," tegas dia.
Pria yang sudah mendapat gelar doktor dalam bidang ekonomi tersebut juga mengingatkan, pendataan tidak sekadar menjadi laporan administratif di atas meja. Data tersebut harus benar-benar menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dalam menyalurkan bantuan supaya tepat sasaran. Bantuan pun tidak harus selalu dalam bentuk uang.
Lisawanto juga menyoroti kondisi perkebunan masyarakat seperti kebun karet dan rotan yang ikut terdampak kebakaran dan kerusakan tanaman perkebunan tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata, sebab proses pemulihannya memerlukan waktu panjang.
"Jangan sampai petani dibiarkan menghadapi kondisi ini sendiri. Ketika produksi mereka terganggu, dampaknya bukan hanya kepada petani, akan tetapi juga terhadap ketersediaan pangan dan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Untuk itu, ia meminta pemerintah segera menyusun langkah pemulihan yang konkret, bukan hanya berorientasi pada pemadaman api, namun perkebunan dan pertanian yang masih produktif haris juga dipulihkan.
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.