REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jumlah kasus demensia di Indonesia diperkirakan telah mencapai lebih dari 2 juta kasus pada 2025, seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. Kondisi tersebut memperkuat kebutuhan terhadap layanan deteksi dini dan penanganan gangguan memori secara komprehensif.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi mengatakan, beberapa Waktu lalu, jumlah lansia berusia 60 tahun ke atas di Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 34 juta orang atau sekitar 11,9 persen dari total populasi. Dari jumlah tersebut, Alzheimer menjadi bentuk dominan dan diperkirakan menyumbang lebih dari 60 persen kasus demensia nasional.

Kemenkes juga menekankan pentingnya pendekatan multidimensi dalam menghadapi beban Alzheimer, mulai dari aspek medis, sosial, hingga kebijakan publik. Penguatan deteksi dini menjadi salah satu bagian penting untuk memberikan intervensi yang tepat dan menjaga kualitas hidup pasien.

"Pendekatan komprehensif untuk healthy aging menggabungkan pilar promotif, preventif, dan restoratif. Program exercise medicine yang menekankan latihan kekuatan, keseimbangan, dan aerobik membantu mencegah frailty dan mempertahankan mobilitas," tutur dia menambahkan beberapa waktu lalu.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Ciputra Hospital CitraGarden City Jakarta membuka Memory Clinic sebagai layanan khusus untuk mendukung deteksi dini dan penanganan gangguan memori, termasuk demensia dan Alzheimer. Layanan tersebut diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Alzheimer Sedunia pada 21 September.

Direktur Ciputra Hospital CitraGarden City, dr. Margaretha, MARS, FISQua, mengatakan kehadiran Memory Clinic merupakan wujud komitmen rumah sakit dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan otak sekaligus memberikan pendampingan bagi pasien dan keluarga.

"Memory Clinic hadir bukan hanya untuk mengobati, tetapi untuk mendeteksi dini, mencegah perburukan, dan mendampingi pasien serta keluarga dalam menjaga kualitas hidup pasien demensia. Bertepatan dengan Hari Alzheimer Sedunia, kami ingin mengingatkan bahwa lupa bukan hal yang wajar untuk dianggap sepele pada lansia dan perlu penanganan profesional," ujar dr. Margaretha.

Dokter Penanggung Jawab Memory Clinic, dr. Debby Amelia, Sp.N, F.NB, menjelaskan Memory Clinic menyediakan layanan mulai dari skrining fungsi kognitif, konsultasi neurologi, neuropsikologi, hingga program stimulasi dan rehabilitasi memori.

Layanan tersebut didukung tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis saraf, psikolog klinis, serta tenaga kesehatan terlatih. Pendekatan ini memungkinkan pasien mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing.

Sementara itu, Direktur PT Citra Raya Medika, Nararya Ciputra Sastrawinata, mendorong manajemen dan tenaga kesehatan untuk terus mengembangkan layanan Neurology Center sebagai salah satu layanan unggulan rumah sakit.