Bagikan:

JAKARTA - - Tentara Lebanon mengumumkan pihaknya mulai mengerahkan pasukan di Kota Zawtar Al Gharbiyeh di Nabatieh, Lebanon selatan, sebagai tahap pertama implementasi perjanjian kerangka kerja dengan Israel yang dimediasi AS.

Dalam pernyataannya pada Selasa, 21 Juli, komando militer mengatakan sejumlah unit militer mulai dikerahkan ke kota itu pada pagi hari, sebagai bagian dari langkah-langkah lapangan yang sedang dilakukan oleh tentara di Lebanon selatan.

Mereka meminta warga untuk tidak bepergian ke Zawtar Al Gharbiyehdemi keselamatan hingga situasi stabil.

Lebanon juga meminta masyarakat mengikuti instruksi unit-unit militer yang dikerahkan.

Menurut seorang reporter Anadolu dilansir ANTARA, resimen teknik tentara memasuki kota dan mulai melakukan survei lapangan di jalan-jalan untuk mendeteksi bahan peledak dan beberapa sisa yang ditinggalkan oleh tentara Israel, sebelum pengerahan penuh pasukan Lebanon.

Pengerahan ini dilakukan setelah tentara Israel dan kendaraannya mundur dari kota tersebut, kata sejumlah sumber lokal.

BACA JUGA:


Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada Senin atas mulainya operasi zona percontohan di beberapa desa Lebanon yaitu Froun, Srifa, dan Zawtar Al Gharbiyeh, di bawah kerangka perjanjian yang ditandatangani antara Lebanon dan Israel bulan lalu.

Kesepakatan itu memuat ketentuan mengenai penarikan mundur pasukan Israel secara bertahap dari seluruh wilayah Lebanon yang mereka duduki, meski tanpa menyertakan jadwal pasti.

Proses tersebut baru dianggap tuntas apabila tentara Lebanon telah mengambil alih kendali keamanan sepenuhnya di area yang ditinggalkan Israel dan telah dilucutinya senjata kelompok pejuang termasuk Hizbullah.

Menurut data resmi pemerintah Lebanon, serangan Israel telah menewaskan 4.328 orang dan melukai 12.227 lainnya di negara itu sejak 2 Maret.

Israel terus menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade dan yang lainnya direbut selama perang sebelumnya antara Oktober 2023 dan November 2024.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+