Kota Bandung (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin di Bandung, Jawa Barat, melibatkan warga binaan kasus korupsi dalam pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan sekitar 1.600 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari.

“Ketika pemerintah meluncurkan program MBG, kami mencoba bekerja sama dengan mitra terkait untuk membangun SPPG di dalam lapas ini,” kata Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin Nanank Syamsudin di Bandung, Jumat.

Nanank mengatakan, lapas sebelumnya telah mengadakan pelatihan tata boga. Kegiatan tersebut kemudian dikembangkan melalui kerja sama dengan mitra untuk mendukung pelaksanaan program MBG.

Saat ini, sekitar 26 warga binaan terlibat langsung dalam operasional SPPG. Jumlah tersebut berubah secara berkala karena sebagian warga binaan yang menjadi relawan telah menyelesaikan masa pidana dan bebas.

Ia mengatakan keamanan pangan, kebersihan, dan kualitas gizi menjadi perhatian utama dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat.

“SPPG di dalam lapas ini juga didukung tenaga ahli gizi serta petugas yang mengawasi kebersihan dan memastikan bahan makanan yang digunakan layak serta aman,” kata Nanank.

Menurut dia, keterlibatan warga binaan dalam operasional SPPG memberi mereka kesempatan untuk menerapkan keterampilan tata boga secara langsung dalam kegiatan penyediaan makanan.

Nanank berharap pembinaan melalui SPPG tidak hanya mendukung pelaksanaan program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membantu warga binaan mempersiapkan diri sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.

“Kami berharap program ini dapat membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat, sehingga mereka memiliki peluang untuk menjalani kehidupan secara mandiri,” katanya.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.