Blitar (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Blitar, Jawa Timur, mewujudkan program ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan di lingkungan lapas untuk budi daya ikan dan pengembangan berbagai komoditas pertanian.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali mengatakan pemanfaatan lahan di lingkungan lapas tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan yang merupakan salah satu prioritas pemerintah. Salah satunya adalah dengan budi daya ikan lele.

"Hasil panen lele ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan makanan di dalam lapas, dan pemasarannya juga bekerja sama dengan vendor sehingga hasil panennya memiliki pasar yang jelas," ujar Kusnali di Blitar, Kamis.

Kusnali di sela meninjau area ketahanan pangan di Lapas Kelas II B Blitar mengapresiasi langkah yang dilakukan di Lapas Blitar. Ia juga menyaksikan secara langsung panen ikan lele dengan hasil sekitar 200 hingga 300 kilogram dari satu kolam tersebut.

Lapas Kelas II B Blitar memiliki tujuh kolam yang dimanfaatkan untuk membudidayakan ikan lele dan nila. Kegiatan tersebut juga melibatkan warga binaan dalam proses pemeliharaan hingga panen. Kegiatan itu sekaligus untuk melatih rasa tanggung jawab dari warga binaan.

Selain budi daya perikanan, lahan yang tersedia juga dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas hortikultura, seperti bayam, sayuran, dan bawang prei.

Kusnali mengatakan hasil panen dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di dalam lapas.

Sementara hasil produksi yang dipasarkan melalui kerja sama dengan vendor diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi dan memastikan hasil budidaya terserap.

Ia menambahkan, program ketahanan pangan di Lapas Kelas II B Blitar tersebut merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sekaligus mendukung delapan program prioritas Presiden di bidang ketahanan pangan.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.