Jakarta -

Rasa lapar yang muncul menjelang sore sering kali membuat seseorang mencari camilan untuk mengganjal perut sebelum waktu makan berikutnya. Namun, pilihan camilan bisa menentukan bagaimana tubuh menjalani sisa aktivitas hingga malam hari.

Daripada asal mengambil makanan yang tersedia, memilih camilan dengan komposisi yang lebih beragam bisa menjadi bagian dari kebiasaan makan yang lebih seimbang.

Berikut penjelasan mengenai penyebab lapar di sore hari serta tips memilih camilan yang lebih tepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenali Penyebab Rasa Lapar di Sore Hari

Dilansir dari Fox News, konsultan komunikasi sains asal North Carolina, Amerika, Megan Meyer, Ph.D., menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan beberapa faktor biologis. Salah satunya adalah pola makan siang yang kurang seimbang atau bahkan melewatkan makan siang.

Makan siang yang terlalu sedikit atau kurang seimbang dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah secara cepat. Kondisi itu kemudian mengirim sinyal ke otak untuk mencari makanan yang dapat meningkatkan energi dengan cepat, terutama camilan manis atau asin.

Sementara menurut Ahli gizi asal South Carolina, Amerika, Lauren Manaker, food craving sebenarnya merupakan cara tubuh berkomunikasi. Keinginan makan tertentu bisa menjadi tanda tubuh membutuhkan energi, kenyamanan, atau nutrisi tertentu.

Buah Bisa Jadi Pilihan Camilan Praktis

Buah dapat menjadi pilihan camilan sore hari yang praktis dan bergizi. Sepotong buah bisa menjadi camilan yang sangat nikmat dan mudah dibawa ke mana saja.

Beberapa buah yang mudah dibawa dan dikonsumsi sebagai camilan antara lain apel, pisang, jeruk, anggur, dan buah potong dalam wadah tertutup. Buah-buahan ini mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.

Bahwa buah seperti apel, pisang, anggur, dan jeruk dapat menjadi camilan andalan saat lapar di sore hari. Dalam satu buah jeruk berukuran sedang, misalnya, terdapat sekitar 45-62 kalori, 0,9 gram protein, 0,2 gram lemak, serta 11-15 gram karbohidrat.

Selain itu, terdapat pula buah-buahan yang mengandung protein alami seperti alpukat. Buah-buahan tidak hanya kaya serat dan vitamin, tetapi juga mengandung protein yang bisa jadi alternatif sumber protein nabati yang sehat.

(akn/ega)