Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) mencatat pertumbuhan EBITDA lebih dari 200% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada semester I-2026. Pertumbuhan tersebut setara dengan peningkatan EBITDA lebih dari 9 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, laba bersih LinkAja juga tumbuh lebih dari 100% secara YoY. Sementara itu, jumlah pengguna aktif bulanan atau Monthly Active Users (MAU) meningkat 5% secara tahunan.
Pertumbuhan kinerja tersebut sejalan dengan transformasi bisnis LinkAja dari platform pembayaran digital menjadi Financial Service Enabler yang menghubungkan kebutuhan finansial di ekosistem business-to-consumer (B2C), business-to-business (B2B), dan business-to-business-to-consumer (B2B2C).
Chief Executive Officer LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengatakan perusahaan kini tidak hanya berfokus pada layanan pembayaran, tetapi juga mengembangkan kapabilitas untuk menghubungkan berbagai layanan keuangan dalam ekosistem digital.
“LinkAja terus berkembang dari sekadar payment platform menjadi Financial Service Enabler yang menghadirkan solusi keuangan sesuai kebutuhan ekosistem. Kekuatan kami terletak pada kemampuan untuk menghubungkan berbagai pihak dan menghadirkan value melalui kolaborasi,” ujar Yogi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Kapabilitas yang dikembangkan LinkAja mencakup payment gateway, QRIS, merchant payment, money transfer, incentive disbursement, account linkage, hingga solusi finansial untuk kebutuhan bisnis.
Transformasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan ekosistem BUMN, institusi keuangan, perusahaan teknologi, serta berbagai mitra strategis.
Chief Finance & Strategy Officer LinkAja Wannahari Harahap mengatakan pertumbuhan perusahaan juga diarahkan pada penguatan fundamental dan keberlanjutan bisnis.
“Kami terus membangun fondasi yang lebih sehat dengan mengoptimalkan kapabilitas finansial dan teknologi, sekaligus memperluas peluang melalui ekosistem dan strategic partnership,” kata Wannahari.
Selain layanan finansial konvensional, LinkAja memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui LinkAja Syariah.
Baca Juga: OJK Ungkap AI Bisa Bantu Fintech Lending
Baca Juga: GoPay Lumpuh Sementara, Ini Penjelasan Resmi Perusahaan
Memasuki tahun keenam, LinkAja Syariah telah memiliki lebih dari 9 juta pengguna dan mencatat lebih dari 213 juta transaksi di seluruh Indonesia.
Dalam enam tahun terakhir, LinkAja Syariah juga telah menyalurkan dana donasi pengguna sebesar Rp403 miliar melalui kemitraan dengan lebih dari 31 organisasi sosial dan keagamaan.
Pada 2026, pengembangan layanan syariah dilanjutkan melalui sejumlah fitur dan kolaborasi, termasuk Kalkulator Zakat dan Menu BAZNAS.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.