Kudus darurat kekeringan dan karhutla
Jumat, 17 Juli 2026 22:30 WIB
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama jajaran, TNI dan Polri melakukan droping air bersih di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi bencana yang diperkirakan terjadi tahun ini.
"Status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla tersebut berlaku mulai tanggal 29 Juni hingga 30 November 2026," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Kudus, Jumat.
Ia berharap dengan adanya penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus bisa segera mengambil langkah-langkah, seperti menggerakkan semua potensi sumber daya yang dimiliki dalam rangka siaga darurat bencana kekeringan serta karhutla.
Selain itu, kata dia, bisa melakukan upaya untuk mengurangi dampak yang lebih luas dari ancaman bencana dengan mempersiapkan infrastruktur yang dimiliki bersama dinas terkait.
BPBD juga diharapkan menyediakan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Kemudian melakukan pemantauan potensi bencana berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD provinsi, TNI, Polri, perangkat daerah/instansi terkait, serta unsur masyarakat lainnya.
"Kami juga berharap penetapan status siaga darurat ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan sehingga dampak kekeringan maupun karhutla selama musim kemarau dapat diminimalkan," ujarnya.
Sementara warga yang mulai terdampak kekeringan yakni di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, dengan 200-an keluarga membutuhkan suplai air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak.
Untuk memenuhi kebutuhan warga Desa Glagahwaru tersebut, Bupati Kudus Sam'ani langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan air bersih pada Jumat (17/7) ini.
Tercatat 15.000 liter air bersih disalurkan untuk warga terdampak yang tersebar di beberapa Rukun Tetangga (RT) yang jumlahnya berkisar 175 keluarga.
Camat Undaan Arif Budiyanto menambahkan sejak sumur warga mulai mengering, pemerintah desa mengajukan bantuan air bersih ke BPBD Kudus. "Alhamdulillah, sejak dua hari terakhir dipenuhi sebanyak 15.000 liter setiap harinya," ujar dia.
Pengalaman tahun sebelumnya, kata dia, ketika kemarau panjang, dampaknya bisa meluas hingga ke beberapa RT, sehingga droping air bersih bisa sampai dua kali sehari. Sedangkan saat ini masih satu kali.
Solusinya, lanjut dia, perluasan jaringan pipa sambungan PDAM, sehingga warga yang setiap kemarau kesulitan air bersih bisa terpenuhi, seperti halnya desa lain yang sebelumnya langganan kekeringan saat kemarau.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.