Medan (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meminta Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Binjai–Langsa, seksi Binjai–Pangkalan Brandan di Sumatera Utara siap beroperasi penuh sebelum libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
"JTTS bukan sekadar membangun infrastruktur beton, melainkan urat nadi pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan pusat-pusat produksi, kawasan industri, perkebunan, dan pariwisata di sepanjang Pulau Sumatera," ujar Dudung di Medan, Sumut, Selasa.
Dudung yang sebelumnya memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Trans Sumatera tersebut mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden.
"Sebagaimana arahan Bapak Presiden, pembangunan infrastruktur harus dipastikan memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, nasional, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata," kata dia.
Menurut dia, infrastruktur bukan hanya sekadar simbol pembangunan fisik, melainkan pilar penunjang hajat hidup orang banyak
Ia juga menyoroti peran jaln tol saat banjir besar melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat pada akhir tahun lalu.
"Yang menyentuh bagi saya, saat bencana banjir besar melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu, infrastruktur tol dan rest area beralih fungsi menjadi jalur penyelamat bagi masyarakat sekitar," jelas dia.
Menurutnya, posisi jalan tol yang lebih tinggi dari daratan sekitar membuatnya menjadi tempat perlindungan yang aman bagi warga yang mengungsi.
Jalan tol itu juga menjadi satu-satunya jalur steril yang dapat dilalui truk logistik dan tangki BBM/LPG darurat untuk memasok kebutuhan hidup masyarakat, ketika jalur arteri nasional lumpuh total akibat genangan air.
Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan masih terdapat hambatan administrasi pada sejumlah bidang tanah yang belum tuntas. Salah satunya terkait peralihan hak atau jual-beli tanah di atas SK Penetapan Lokasi (Penlok) tanah untuk jalan tol.
Selain itu, masih terdapat bidang tanah yang di atasnya berdiri bangunan di bahu jalan utama, sehingga tol belum sepenuhnya beroperasi sesuai kaidah teknis jalan tol.
Ia meminta seluruh pihak, khususnya Kementerian ATR/BPN beserta kantor wilayah dan kantor pertanahan, segera memberikan dukungan untuk menyelesaikan sisa kendala tersebut.
"Saya harap koordinasi dan langkah-langkah penyelesaian dilakukan secara cepat dan terukur, sehingga tidak ada lagi kendala administrasi yang menghambat penyelesaian proyek ini. Saya menginstruksikan, sebelum libur Natal tahun 2026 dan Tahun Baru 2027, tol harus beroperasi dengan memenuhi seluruh kaidah teknis jalan tol,"ujarnya.
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.