Bandung (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung, Jawa Barat siap beroperasi setelah dirinya meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Gelombang II Tahun 2026.

Dudung Abdurachman saat meninjau MPLS Sekolah Rakyat di Bandung, Rabu, mengatakan bahwa Sekolah Rakyat tersebut telah siap dalam langkah operasional karena kesiapan mendekati 100 persen.

"Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian PU (Pekerjaan Umum). Ini hampir 100 persen sudah siap, tinggal sarana dan prasarana yang lainnya menyusul. Tetapi ini sudah siap dalam langkah operasional pendidikan," katanya.

Dia juga mengatakan telah melakukan peninjauan untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai rencana, mulai dari kesiapan fasilitas, layanan pendidikan berasrama, hingga dukungan lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Ia menyebut segala aspek pendukung yang masih menjadi kendala seperti kesiapan guru dan bimbingan anak akan segera diselesaikan agar penyelenggaraan pendidikan dapat dilakukan secara maksimal.

"Guru-guru yang masih kurang akan segera direkrut. Kemudian yang lainnya mungkin ada kendala-kendala seperti anak-anak yang masih perlu bimbingan. Tetapi mudah-mudahan nanti kita berjalan lancar," ujarnya.

Pihaknya menyebut Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Bandung akan melayani 560 siswa yang terdiri atas 56 siswa sekolah dasar, 229 siswa sekolah menengah pertama, dan 275 siswa sekolah menengah atas hasil penggabungan delapan Sekolah Rakyat rintisan di wilayah Kabupaten Bandung.

Sementara itu, data Kementerian Sosial mencatat penyelenggaraan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi tahap I memiliki kuota 4.305 siswa dengan jumlah siswa hadir sebanyak 3.642 orang atau mencapai 84,5 persen.

Pada tahap II, sebanyak 9.671 siswa hadir atau 87,6 persen dari total kuota 11.030 siswa.

Menurut dia, program tersebut juga memberikan kesempatan yang sama bagi anak penyandang disabilitas untuk memperoleh layanan pendidikan sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan.

"Program Bapak Presiden menurut saya sangat luar biasa. Prinsipnya tidak ada anak yang tidak sekolah dan tidak ada anak yang tidak makan. Punya kesempatan yang sama," katanya.

Ia berharap kolaborasi Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan operasional Sekolah Rakyat berjalan optimal sehingga memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KSP pastikan SR Terintegrasi Kabupaten Bandung siap beroperasi

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.