Kota Bengkulu (ANTARA) - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bengkulu melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap 64 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program makan bergizi gratis (MBG) di tiga wilayah yang ada di provinsi Bengkulu.
Monev tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan MBG seperti ketenagakerjaan, operasional keuangan dan keamanan pangan di 64 SPPG yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, dan Kabupaten Bengkulu Utara berjalan sesuai ketentuan.
"Yang kita cari adalah apa yang sudah bagus, apa yang masih kurang, dan apa kesulitan yang mungkin bisa kita bantu untuk meningkatkan pelayanan itu. Sejauh ini di lapangan pelaksanaan MBG yang dijalanlan SPPG berjalan lancar dengan pendekatan kemitraan," kata Kepala KPPN Bengkulu Muhammad Arief Barata di Kota Bengkulu, Jumat.
Ia menyebut, kegiatan monev yang menjadi perhatian yaitu berkaitan dengan tata kelola keuangan SPPG, sebab KPPN menggunakan kertas kerja monitoring dan evaluasi untuk melihat proses pengajuan tagihan, persyaratan, waktu penyelesaian, hingga kendala yang menyebabkan tagihan ditolak.
"Jadi bagaimana sesuai aturan-aturan mereka, contoh itu untuk pengajuan-pengajuan tagihan, itu berapa lama, syaratannya seperti apa, terus prosesnya berapa persen ditolak, apa masalahnya," ujar dia.
Kemudian, pihaknya juga memastikan mekanisme pembayaran kepada pemasok yang memasok kebutuhan program MBG, dengan melihat bagaimana pola pembayaran dilakukan, termasuk apakah pembayaran dilakukan secara tunai atau bertahap.
Selain aspek keuangan, KPPN juga melakukan evaluasi terkait alur pelaksanaan MBG dari sisi teknis, seperti pemantauan dilakukan mulai dari barang tiba, proses pengolahan makanan, pendistribusian, hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.
Arief menerangkan, hasil monitoring tersebut dilaporkan melalui sistem setiap minggu sehingga dapat dipantau oleh KPPN Bengkulu maupun pemerintah pusat melalui sistem tersebut, permasalahan pada SPPG tertentu di tingkat kota maupun kecamatan dapat diketahui dan ditindaklanjuti lebih cepat.
Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat sebanyak 373.879 warga di Provinsi Bengkulu hingga akhir Agustus 2026 telah memanfaatkan program makan bergizi gratis (MBG).
"Untuk penerima program MBG hingga akhir Agustus 2026 sebanyak 373.879 orang dengan total anggaran yang disalurkan mencapai Rp667,43 miliar," sebut Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardhana.
Dengan realisasi program mencapai 373.879 penerima manfaat menjadi langkah langkah nyata pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Bengkulu.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.