Kota Magelang perkuat kebijakan fiskal
Rabu, 30 September 2026 01:21 WIB
Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Magelang Wikan Kanugroho (dua dari kiri) dalam kuliah umum di Gedung Roedhiro Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, memperkuat kebijakan fiskal melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan peningkatan kualitas belanja untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta pembangunan berkelanjutan.
Dalam kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB Unsoed), Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Magelang Wikan Kanugroho mengatakan penguatan kapasitas fiskal penting bagi Kota Magelang karena kemampuan daerah mengelola pendapatan dan belanja menentukan ruang fiskal untuk membiayai pelayanan publik dan program pembangunan.
Ia pun memaparkan kebijakan fiskal nasional sebagai konteks pengelolaan fiskal daerah. Hingga Agustus 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun atau 65,2 persen dari target, sedangkan belanja negara Rp2.295,7 triliun atau 59,7 persen dari pagu.
“Dalam konteks Kota Magelang, ekonomi daerah pada 2025 tumbuh 5,92 persen, lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah 5,37 persen dan nasional 5,11 persen,” katanya dalam kuliah umum bertajuk “Kebijakan Fiskal: Belanja Daerah Berkualitas untuk Pembangunan Berkelanjutan (Studi Kasus dan Fakta Empiris Kota Magelang)” itu.
Ia mengatakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Magelang mencapai Rp12.706,22 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari industri pengolahan sebesar 16,31 persen dan konstruksi 15,99 persen.
Dari sisi pengeluaran, kata dia, konsumsi rumah tangga menjadi komponen terbesar dengan kontribusi 55,33 persen.
Menurut dia, capaian tersebut menjadi dasar agar kebijakan fiskal Kota Magelang diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
Dari sisi keuangan daerah, lanjut dia, pendapatan Kota Magelang pada 2025 terealisasi Rp1.038,29 miliar atau 100,56 persen dari target dengan PAD mencapai Rp401,06 miliar atau 102,31 persen dari target, sedangkan realisasi belanja daerah Rp1.036,37 miliar atau 90,68 persen.
"Kenaikan pendapatan harus diikuti dengan kualitas belanja agar anggaran memberikan daya ungkit terhadap kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan Kota Magelang berada pada klasifikasi kemandirian fiskal sedang dengan tingkat 38,63 persen.
Oleh karena itu, kata dia, optimalisasi pajak dan retribusi daerah menjadi salah satu strategi memperkuat kapasitas fiskal.
“Upaya tersebut dilakukan melalui penyesuaian kebijakan pajak dan retribusi sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, serta digitalisasi melalui host-to-host, billing center, e-SPTPD (Surat Pemberitahuan Pajak Daerah Elektronik), e-retribusi, tapping box, dan SFTP (Secure File Transfer Protocol),” katanya.
Ia juga menekankan disiplin belanja untuk memenuhi belanja wajib dan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta memprioritaskan program dengan manfaat nyata bagi masyarakat.
Wikan mengatakan penguatan fiskal Kota Magelang pada akhirnya harus diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kuliah umum tersebut juga menghadirkan dua narasumber lain, yakni Mahartha Titi (Kepala Subdirektorat Program dan Manajemen Pengetahuan, Direktorat Pembiayaan dan Perekonomian Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan) dan Bambang (Akademisi FEB Unsoed).
Kuliah umum tersebut merupakan salah satu kegiatan Centre for Public Finance Research (CPFR) Unsoed, yakni wadah kolaborasi riset serta edukasi terkait kebijakan fiskal dalam sektor keuangan antara Kementerian Keuangan dan perguruan tinggi.
Dalam hal ini, Unsoed salah satu dari tujuh mitra perguruan tinggi di Indonesia dalam CPFR
.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.