Seoul -
Korea Selatan terus mencatat kenaikan turis menuju akhir tahun. Dalam delapan bulan, sebanyak 15,05 juta orang terdata masuk ke Negeri Ginseng.
Menurut Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, angka tersebut naik 21,6 persen dari 12,38 juta pada periode yang sama tahun lalu, seperti dikutip dari Korea JongAng Daily pada Jumat (2/10/2026).
Untuk bulan Agustus saja, tercatat 2,25 juta turis yang masuk ke Korsel. Ini menjadikan Agustus sebagai bulan dengan turis tertinggi sejauh ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara 15,05 juta pengunjung, ratusan ribu berasal dari Asia Tenggara. Turis Filipina jadi sumber cuan nomor satu dengan menyumbang 454.000 sepanjang tahun ini, meningkat 16,1 persen dari tahun sebelumnya. Nomor dua adalah Vietnam dengan 407.000 turis, meningkat 10,5 persen dari tahun sebelumnya.
Turis Indonesia ada di urutan ketiga dengan total 205.000 pengunjung, melonjang 22,5 persen. Meski penyumbang ketiga, namun peningkatan turisnya nomor satu dibanding negara lain.
Selanjutnyaa adalah Singapura, Thailand, dan Malaysia masing-masing menyumbang lebih dari 200.000 pengunjung selama periode tersebut.
Kementerian mengaitkan bahwa sebagian pertumbuhan terjadi atas koordinasi dengan Kementerian Kehakiman yang melonggarkan pembatasan masuk ke Korea. Pembatasan kelayakan penerbitan visa untuk wisatawan dari 11 negara Asia Tenggara mulai dilonggarkan sejak 30 Maret. Selain itu, Korea menjalankan program bebas visa sementara untuk rombongan wisata dari Indonesia.
Jumlah pengunjung asing secara keseluruhan yang sangat tinggi juga tercermin dalam pengeluaran mereka. Turis menghabiskan Won 14,02 triliun dengan kartu kredit mereka dari Januari hingga Agustus. Jumlah ini menjadi rekor dengan peningkatan 48,5 persen dari Won 9,44 triliun pada tahun sebelumnya.
Sebanyak 27,8 persen warga asing juga memasuki Korea melalui bandara dan pelabuhan regional di luar wilayah metropolitan Seoul.
"Dengan hambatan masuk dan pemasaran pariwisata yang disesuaikan, komposisi pengunjung telah beragam," kata Kang Jung-won, kepala kantor kebijakan pariwisata kementerian, dalam siaran pers.
Di bulan Oktober, Korsel cenderung menerima jumlah pengunjung asing tertinggi, kementerian akan dengan hati-hati mengelola prosedur masuk mereka.
"Kami juga akan berupaya mempertahankan momentum tersebut hingga kuartal keempat melalui pemasaran yang terkait dengan budaya Korea," pungkasnya.
(bnl/wsw)