Korea Selatan bahas mengenai kontribusi pada Selat Hormuz dengan berbagai negara
Rabu, 9 September 2026 16:21 WIB
Arsip foto - Kapal-kapal komersial dan tanker minyak yang bersiap melintasi Selat Hormuz—salah satu jalur perairan strategis paling krusial bagi arus perdagangan global—masih menunggu di Teluk Oman pada 17 Juni 2026. ANTARA/Shady Alassar - Andolu Agency /pri.
Islamabad (ANTARA) - Korea Selatan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan konsultasi dengan sejumlah negara mengenai “kontribusi praktis” yang dapat diberikan di Selat Hormuz, yang hampir tertutup akibat meningkatnya kembali permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran.
“Korea masih berkonsultasi dengan sejumlah negara—khususnya Amerika Serikat—mengenai kontribusi praktisnya di Selat Hormuz,” demikian dilaporkan surat kabar berbahasa Inggris Korea JoongAng Daily, mengutip seorang pejabat dari kantor kepresidenan Korea Selatan pada Selasa (8/9).
“Posisi Korea adalah mengambil peran dalam upaya internasional untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran,” kata pejabat tersebut.
Ia menambahkan bahwa Korea Selatan juga tengah berdialog dengan Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.
Mengisyaratkan bahwa Seoul tidak akan terburu-buru mengerahkan pasukan ke selat tersebut, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa setiap keputusan terkait hal itu akan didasarkan pada kepentingan nasional dan konsensus publik Korea Selatan, bukan tekanan dari pihak luar.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Korea Selatan bahas kontribusi di Selat Hormuz dengan sejumlah negara
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.