Penampakan rumah-rumah yang rusak akibat banjir bandang di Trishuli Bazar, distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/8/2026). Banjir bandang menerjang distrik Rasuwa dan Nuwakot yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan sejumlah bangunan serta rumah warga rusak.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Nepal dan China menimbulkan dampak besar. Jumlah korban tewas dalam bencana tersebut mencapai 633 orang, sementara hampir 3.000 orang masih dinyatakan hilang. Di tengah operasi pencarian yang terus berlangsung, sebanyak 261 wisatawan asing di Nepal telah berhasil diselamatkan.
Di Nepal, jumlah korban meninggal mencapai 626 orang dan 2.426 orang masih belum diketahui keberadaannya. Data tersebut disampaikan Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nepal (NDRRMA) dan dikutip Kathmandu Post, Sabtu (29/8/2026).
Tim pencarian dan penyelamatan masih menyisir wilayah terdampak dan menemukan jenazah yang terbawa arus sungai. Chitwan dan Nawalparasi East menjadi sejumlah wilayah yang mengalami dampak paling parah. Korban juga ditemukan di Gorkha, Dhading, dan Nuwakot setelah Sungai Bhotekoshi dan Trishuli meluap.
Kedua sungai tersebut merupakan aliran utama yang berhulu di kawasan Himalaya. Derasnya arus bahkan membawa jenazah hingga mendekati wilayah perbatasan Nepal dengan India. Sejumlah warga negara asing juga masih termasuk dalam daftar orang yang belum diketahui keberadaannya.
India menjadi negara dengan jumlah warga yang masih hilang paling banyak. Kementerian Luar Negeri India menyebut 320 warganya belum dapat dihubungi setelah bencana terjadi. Selain itu, sekitar 100 orang keturunan India yang kemungkinan memiliki kewarganegaraan lain juga masih belum diketahui keberadaannya.
Meski demikian, sejumlah warga India telah berhasil diselamatkan. Di antaranya 63 orang yang bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli-1. Departemen Pariwisata Nepal kemudian melaporkan hingga Sabtu sore sebanyak 261 warga negara atau wisatawan asing telah dievakuasi dari wilayah terdampak.
Para wisatawan yang diselamatkan berasal dari sejumlah negara, antara lain India, China, Spanyol, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Italia, Bulgaria, dan Swiss. Kewarganegaraan 21 orang lainnya masih dalam proses dipastikan. Pada saat yang sama, otoritas Nepal masih berupaya menghubungi 320 warga asing lainnya.
sumber : Antara