Jakarta -

Budaya nongkrong di kopitiam tampaknya kembali diminati. Hal ini terlihat dari munculnya banyak kopitiam baru di Indonesia. Namun, sebenarnya kopitiam sudah muncul sejak awal abad ke-20 loh!

Selain kafe-kafe kekinian, saat ini banyak gerai kopitiam baru buka yang diminati masyarakat Indonesia, terutama di Jakarta. Nongkrong di kopitiam kerap menjadi pilihan karena punya interior klasik atau retro yang terasa lebih santai dibandingkan coffee shop modern.

Selain itu, menu yang ditawarkan kopitiam biasanya juga lebih variatif. Tak sekadar kopi atau minuman segar, di kopitiam juga ada menu camilan hingga makanan berat bergaya masakan peranakan yang terasa lebih familiar di lidah orang Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski semakin banyak kopitiam muncul di Indonesia, sebenarnya budaya nongkrong di kopitiam sudah ada sejak lama. Bahkan, di beberapa daerah ada kopitiam-kopitiam legendaris dengan suasana dan menu klasik.

1. Asal usul kopitiam

KopitiamBudaya nongkrong di kopitiam dan kehadiran kopitiam sudah ada sejak dulu. Foto: Getty Images/iStockphoto/katyenka

Dilansir dari National Geographic Grid Id (3/4/2021), kopitiam merupakan perpaduan dari bahasa Melayu dan China dialek Amoy atau dialek Hokkian. 'Kopi' artinya minuman kopi dan 'tiam' yang dalam lafal dialek Hokkian artinya toko.

Menurut laporan, kopitiam didirikan oleh orang China pada abad ke-19. Kopitiam pun bermula ketika imigran China berdatangan ke Semenanjung Melaya (saat ini Malaysia dan Singapura) mencari pekerjaan dan peluang ekonomi. Mereka membawa tradisi kuliner mereka, termasuk budaya minum kopi dan teh.

Kopitiam dulunya juga hanya berupa warung sederhana pinggir jalan yang berfungsi sebagai tempat berkumpul para pekerja imigran untuk bersantai, bertukar cerita, sambil menikmati secangkir kopi khas. Suasana warung kopi yang nyaman dan santai ini akhirnya menjadikan kopitiam sebagai pusat sosial bagi komunitas lokal, lapor ottencoffee.co.id(15/8/2024).

2. Negara dengan tradisi kopitiam

KopitiamSingapura, Malaysia, dan Indonesia merupakan negara yang lekal dengan budaya kopitiam. Foto: Getty Images/iStockphoto/katyenka

Meski awal mulanya diusulkan oleh imigran dari China, lama kelamaan kopitiam berkembang dan diminati masyarakat lokal. Di Asia Tenggara, kopitiam bisa ditemukan di beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Menurut situs National Geographic Indonesia, sejak awal abad ke-20, banyak kopitiam muncul di Hindia Belanda, termasuk di daerah Pontianak dan Singkawang. Menggunakan nama warung kopi atau kedai kopi. Salah satu kopitiam legendaris bisa ditemukan di Singkawang yaitu Warung Kopi Nikmat yang sudah berdiri sejak tahun 1930-an.

Kalau di Singapura, penyebutannya tetap kopitiam. Di Singapura, kopitiam hadir sebagai jawaban atas para pekerja migran kala itu agar mereka bisa makan dan minum dengan harga terjangkau. Kopitiam legendaris juga bisa ditemukan di Singapura, seperti Killiney Kopitiam yang sudah ada sejak tahun 1919.

Begitu juga di Malaysia di mana kopitiam hadir ketika imigran orang Hainan berupaya mencari penghasilan alternatif dan menggunakan kesempatan mereka untuk membuka restoran kecil, seperti kopitiam di Malaysia. Sejak saat itu, kopitiam merajalela. Namun, salah satu yang legendaris adalah Kopitiam Yut Kee yang beroperasi tahun 1928.

3. Menu-menu yang ditawarkan kopitiam

Nasi LemakNasi Lemak menjadi salah satu menu yang biasa hadir di kopitiam. Foto: Instagram

Berbeda dari kedai kopi biasa, kopitiam menawarkan menu-menu yang khas.

Mulai dari racikan kopinya yang punya rasa kuat dan beraroma pekat. Kopi di kopitiam masih dibuat dengan cara tradisional, yaitu menyeduh biji kopi lalu disaring menggunakan kain saring, dan langsung disajikan dalam cangkir keramik. Kopi-nya ada yang disajikan hitam begitu saja, ditambah dengan mentega di atasnya, hingga susu kental manis.

Selain kopi, menu yang sering ditemukan di kopitiam adalah teh tarik. Minuman ini terdiri dari teh dan campuran susu yang ditarik dari satu gelas ke gelas lain untuk menciptakan buih dan agar susu dan teh bisa tercampur dengan baik.

Untuk makanannya, kopitiam biasa menawarkan masakan perpaduan budaya Melayu dan China. Beberapa hidangan yang umum adalah kaya toast atau roti bakar dengan selai srikaya dan mentega, telur setengah matang, nasi lemak, laksa, sampai berbagai jenis mie lainnya.

4. Kopitiam kini kembali hits

Belakangan ini kopitiam kembali mencuri perhatian banyak masyarakat Indonesia. Hal ini mungkin disebabkan karena banyak yang mencari tempat nongkrong lebih santai dan homey dengan pilihan menu yang bisa dinikmati sepanjang hari. Nongkrong di kopitiam juga bisa membangkitkan nostalgia karena elemen tradisional dan kontemporer yang hadir pada interior maupun menu-menunya.

Kopitiam yang hadir saat ini juga banyak yang menyesuaikan perkembangan zaman. Tak hanya diaplikasikan pada konsep lebih modern, tetapi juga menu-menu yang lebih inovatif dan bisa menjangkau perhatian anak muda.

Misalnya Dish Morning yang tawarkan konsep kafe kopitiam kekinian dengan menu-menu unik. Pilihan, seperti toast hingga teh tarik tetap ada, tetapi menu-menu lain, seperti bakmi hingga pempek dibuat lebih inovatif dengan menggunakan saus mala hingga topping smoked duck.

Namun, di Jakarta masih banyak kopitiam yang tawarkan gaya klasik heritage. Suasananya dibuat ala rumah nenek zaman dulu yang homey dan nyaman, dengan menu-menu kopitiam klasik, seperti yang ditawarkan oleh Koffietiam Tiantang di Blok M.

Selama sepekan ini, detikFood akan membahas seputar kopitiam, mulai dari sejarah, ciri khas kopitiam, menu-menu yang biasanya hadir di kopitiam, sampai rekomendasi kopitiam enak di Jakarta, Bekasi, sampai Tangerang. Pantau terus beritanya di detikFood ya!

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)