ILUSTRASI. Asuransi Asei Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi ASEI Indonesia (ASEI) mengungkapkan kontribusi kanal bancassurance terhadap portofolio mereka hingga saat ini masih terbatas.

Direktur Utama ASEI Dody Dalimunthe mengatakan hal ini dikarenakan karakteristik bisnis perusahaan yang hingga kini masih didominasi lini korporasi, perdagangan, marine cargo, suretyship, dan asuransi kredit yang sebagian besar produk tersebut dipasarkan melalui hubungan langsung dengan nasabah korporasi, broker, maupun mitra bisnis lainnya.

Di sisi lain, secara umum karakteristik produk asuransi umum menurutnya sangat bergantung pada objek yang diasuransikan serta sebagian besar portofolionya berasal dari segmen komersial dan korporasi sehingga membutuhkan proses underwriting yang lebih kompleks dan penyesuaian terhadap profil risiko masing-masing nasabah.

Baca Juga: Premi Asuransi Jasindo Capai Rp 1,4 Triliun, Kontribusi Bancassurance Baru 4%

"Hal ini membuat kanal bancassurance belum menjadi kanal distribusi utama. Peluang peningkatan kontribusi dari kanal bancassurance ke depannya masih cukup besar," ujarnya kepada Kontan, Jumat (31/7/2026).

Kendati demikian, ia menilai peluang pengembangan bancassurance masih cukup besar, terutama seiring meningkatnya digitalisasi layanan perbankan dan berkembangnya konsep embedded insurance. Produk seperti asuransi perjalanan, asuransi rumah tinggal, perlindungan kartu kredit, personal accident, hingga perlindungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai memiliki prospek untuk dipasarkan melalui kanal tersebut.

Untuk menangkap peluang tersebut, ASEI telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari memperluas kerja sama dengan bank yang memiliki basis nasabah ritel dan UMKM, mengembangkan produk yang lebih sederhana agar lebih mudah dipasarkan melalui jaringan perbankan, hingga memperkuat integrasi digital melalui application programming interface (API) dan penerbitan polis secara elektronik.

Selain itu, ASEI juga akan meningkatkan pelatihan bersama tenaga pemasaran bank agar pemahaman terhadap produk asuransi umum semakin baik. Perusahaan juga akan memanfaatkan data analytics untuk mendukung strategi cross-selling sesuai profil kebutuhan nasabah, sekaligus mengembangkan konsep embedded insurance pada berbagai layanan perbankan digital.

Baca Juga: Laba Bank KBMI 3 Tumbuh di Semester I-2026, Siapa Paling Moncer?

Dody menilai, ke depan bancassurance tidak lagi sekadar menjadi kanal distribusi produk, melainkan bagian dari ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi. Dengan berkembangnya digital banking dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan risiko, kontribusi kanal ini diyakini akan terus meningkat secara bertahap, meskipun dalam waktu dekat belum akan menyamai kontribusi bancassurance pada industri asuransi jiwa.

Adapun hingga saat ini, kerja sama perbankan ASEI dilakukan dengan beberapa bank nasional, baik BUMN maupun swasta serta Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

  • PT Asuransi Asei Indonesia
  • Asuransi Asei Indonesia
  • Asuransi Asei
  • Strategi Asei