Kontingen utamakan kepentingan atlet di tengah tantangan Asian Games

Jumat, 18 September 2026 17:16 WIB

Image Print

Menpora Erick Thohir (kanan) menyaksikan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu (kiri) mengibarkan bendera Merah Putih usai penyerahan secara simbolik saat Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Indonesia mengirimkan 430 atlet dan 145 ofisial dari 35 cabang olahraga untuk bertanding dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Kontingen Tim Indonesia pada Asian Games 2026 saat ini berfokus pada langkah untuk memberikan dukungan maksimal bagi para atlet yang tengah berjuang membela Merah Putih.

Hal itu dikemukakan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Todotua Pasaribu sehubungan dengan kendala pelaksanaan pesta olahraga tersebut.

“Walaupun situasinya sangat challenging, secara keseluruhan saya melihat semua tim, dan saya pribadi percaya kita semua bisa menyelesaikannya. Dalam survival mode, kita perlu melakukan penyesuaian. Kurang lebih seminggu untuk beradaptasi, dan ini baru awal. Kita masih memiliki kurang lebih 17 hari ke depan,” ujar Todotua di Nagoya, Aichi, Jepang, Jumat.

Pernyataan tersebut diungkapkan Todotua untuk menyikapi pelaksanaan Asian Games 2026 yang menuai banyak kritik dan keluhan, mulai dari akomodasi, jumlah kamar yang tidak sesuai, hingga persoalan akses ke arena pertandingan.

Dari kejadian tersebut, Todotua ingin atlet Indonesia tetap fokus pada jalannya kompetisi dan pihaknya akan melakukan berbagai cara guna menjaga mental juang dan semangat para atlet agar bisa tampil prima.

Selain itu, masalah teknis tersebut juga tak hanya dialami kontingen Indonesia tetapi juga berdampak pada seluruh kontingen peserta.

Sehingga, Todotua berpendapat, kepiawaian kontingen dalam melakukan manajemen risiko menjadi kunci bagi keberhasilan atlet.

“Situasi ini memang dihadapi semuanya. Tetapi yang bisa kita pastikan adalah kita bisa melakukan penetrasi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Itu yang paling penting,” katanya memaparkan.

Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026