Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menempati posisi keenam dalam pemeringkatan pendidikan negara-negara Asia Tenggara berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025. Skor PISA menjadi indikator pembanding internasional untuk mengevaluasi efektivitas sistem pendidikan dan potensi sumber daya manusia (SDM) suatu negara.

Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Eka Chandra Buana kepada CNBC Indonesia menjelaskan bahwa pemerintah telah merancang dan sedang dalam mengupayakan memperbaiki indeks modal manusia, terutama wajah pendidikan Indonesia.

Perbaikan skor PISA, kata Eka adalah fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas dan bekal menggapai cita-cita Indonesia sebagai negara maju.

Upaya pemerintah dalam perbaikan tersebut salah satunya membangun Sekolah Rakyat. Eka menekankan bahwa Sekolah Rakyat memiliki fokus pemerataan pendidikan untuk setiap anak-anak Indonesia, tak terkecuali bagi anak kurang mampu.

Mereka yang menjadi murid Sekolah Rakyat diajari untuk lebih disiplin dalam rangka membentuk karakter yang unggul.

"Jadi anak-anak jalanan yang gak pernah tercapai itu dimasukkan ke dalam sekolah yang dormitory dan lain-lain. Di situ mereka diajari bagaimana disiplin, bagaimana apa namanya kebersamaan gitu loh. Sehingga apa kualitasnya nanti bisa sama," ucap Eka kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (21/9/2026).

Selain disiplin dari para pelajar, pemerintah juga merancang untuk meningkatkan kurikulum, tenaga didik, serta infrastruktur,

Eka menerangkan bahwa dalam meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah membentuk kurikulum yang juga memiliki interkoneksi ke industri, sehingga nantinya para pelajar juga sudah siap menghadapi dunia kerja atau industri selepas lulus dari sekolah.

Lebih lanjut, pemerintah juga mengantisipasi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Eka menjelaskan bahwa saat ini pemerintah mulai mengadopsi pendekatan pendidikan STEM ( Science Technological Engineering and Mathematics) untuk mengatasi disrupsi teknologi dan hal tersebut sudah ditanamkan sejak dini.

Kemudian soal tenaga didik, Eka Chandra mengatakan bahwa pemerintah senantiasa mengupayakan kesejahteraan dalam meningkatkan kualitas guru. Khususnya dalam hal ketimpangan antara guru di kota dan daerah.

Eka menjelaskan bahwa dirinya melihat masih ada ketimpangan kesejahteraan guru. Hal ini yang menurutnya menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

"Sebenarnya kalau untuk guru ya, jujur ya, itu sudah cukup bagus kesejahteraannya misalnya di Jakarta, itu kalau kita lihat tunjangannya sangat tinggi," kata Eka.

"Dan kalau kita lihat di beberapa daerah memang jomplang. Karena apa? Ya ke Jakarta, mungkin sudah sangat-sangat bagus operasi dan sebagainya. Nah, daerah itu enggak," lanjutnya.

Maka dari itu, menurutnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat signifikan perannya dalam pemerataan kesejahteraan tenaga didik. Misalnya, pemerintah pusat melalui kebijakan anggarannya, kemudian pemerintah daerah sebagai eksekutor.

Selain itu, sangat penting juga dilakukan perbaikan tata kelola dalam pendidikan, sehingga baik pembangunan kurikulum, infrastruktur dan kualitas tenaga didik bisa meningkat dan tidak tertinggal dari negara lain.

Seperti diketahui, Mengutip The Star, hasil PISA 2025 dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris, Indonesia berada di posisi keenam, dengan skor 389 untuk sains, 364 untuk matematika, dan 365 untuk membaca, sedangkan skor CPS tercatat 427.

Posisi tersebut membuat Indonesia berada di posisi keenam di kawasan Asia Tenggara dan kalah dari Singapura di posisi pertama, diikuti Vietnam, Brunei Darussalam, Thailand, dan Malaysia.

Untuk diketahui, PISA merupakan asesmen internasional berskala besar yang diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) setiap tiga tahun. Penilaian ini mencerminkan tingkat kemampuan dan kompetensi dasar siswa usia 15 tahun dalam bidang literasi membaca, matematika, dan sains. Pada PISA 2025, penilaian juga mencakup computational problem solving.

(ras/mij) [Gambas:Video CNBC]