Jakarta, VIVA – Komjen Pol. Suyudi Ario Seto berjanji akan terus turun ke lapangan jika resmi menjadi Kapolri. Namun, kehadirannya di lapangan bukan untuk mencari panggung, melainkan melihat langsung persoalan yang dihadapi anggota dan masyarakat.
Baca Juga
“Saya akan turun ke lapangan bukan untuk mencari panggung, tetapi untuk melihat masalah, mendengarkan anggota dan masyarakat, mengambil keputusan, serta memastikan keputusan dilaksanakan,” kata kata Suyudi dalam paparannya saat fit and proper tes di DPR RI, Kamis (1/9/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menegaskan perubahan di tubuh Polri harus dimulai dari pimpinan dan dibuktikan melalui tindakan di lapangan. Menurutnya, pimpinan tidak cukup hanya meminta anggota untuk berubah.
Baca Juga
“Perubahan Polri tidak mungkin terjadi apabila pimpinan hanya meminta anggota berubah. Perubahan harus dimulai dari pimpinan dan dibuktikan di lapangan,” ujar Suyudi.
Suyudi juga menegaskan anggota Polri tidak boleh dipaksa mencapai target pekerjaan dengan cara yang melanggar hukum.
Baca Juga
Sebaliknya, menurut dia, tekanan pekerjaan juga tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan berbagai bentuk penyalahgunaan kewenangan.
“Tidak ada tekanan pekerjaan yang dapat menjadi pembenaran untuk memeras, menerima suap, merekayasa perkara, menjadi backing kegiatan ilegal, atau menggunakan kekerasan secara sewenang-wenang,” tegasnya.
Dia mengatakan prinsip tersebut menjadi bagian dari komitmen kepemimpinannya dalam melakukan pembenahan Polri hingga 2029.
Suyudi mengaku ingin membangun semangat sederhana di internal kepolisian, yakni menjalankan tugas secara jujur, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta tidak bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat.
“Semangat yang ingin saya hidupkan sederhana. Jangan bohong, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tidak menyakiti masyarakat secara sewenang-wenang,” katanya.
Komisi III DPR RI menyepakati Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keputusan tersebut diambil dalam rapat pleno fit and proper tes calon Kapolri usulan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).
Kesepakatan diambil setelah Komjen Suyudi menjalani fit and proper test bersama Komisi III DPR RI.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Apakah secara aklamasi dapat disetujui?" Kata Habiburokhman.
"Setuju," seru peserta rapat.
Suyudi Sorot 9 Kegelisahan Masyarakat terhadap Polri, Calon Kapolri Singgung Pungli hingga No Viral No Justice
Calon Kapolri Suyudi Ario Seto mengungkap 9 kegelisahan masyarakat terhadap Polri, mulai kepastian laporan, pungli, wewenang hingga fenomena no viral no justice.
VIVA.co.id
1 Oktober 2026