AKURAT.CO Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai, ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, menjadi peringatan bahwa sekolah belum sepenuhnya menjadi ruang yang aman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

"Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa sekolah belum jadi ruang aman. Panduan Sekolah Aman tidak boleh berhenti sebagai slogan atau dokumen administratif. Ukuran keberhasilannya adalah apakah guru merasa aman mengajar, siswa merasa aman belajar, dan seluruh warga sekolah memahami tanggung jawab serta risiko dari setiap tindakan," kata Hetifah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Politikus Partai Golkar itu menilai penguatan literasi risiko di lingkungan sekolah menjadi kebutuhan mendesak.

Menurutnya, peserta didik harus memahami sejak dini bahwa perundungan, kekerasan, penyalahgunaan teknologi, hingga merakit bahan peledak bukan sekadar pelanggaran tata tertib sekolah, tetapi juga membahayakan keselamatan orang lain dan memiliki konsekuensi hukum.

"Karena itu, literasi risiko perlu diperkuat di sekolah. Peserta didik harus memahami sejak dini bahwa perundungan, kekerasan, penyalahgunaan teknologi, hingga tindakan seperti merakit bahan peledak bukan sekadar pelanggaran tata tertib sekolah, tetapi dapat membahayakan keselamatan orang lain dan memiliki konsekuensi hukum yang serius," ujarnya.

Hetifah menegaskan konsep Sekolah Aman harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret, seperti penguatan pendidikan karakter, literasi digital dan hukum, layanan bimbingan konseling yang efektif, serta sistem deteksi dini dan mekanisme pelaporan yang berjalan baik.

Baca Juga: Muzani: MPR Tak Bahas Kasus Eks Jampidsus Febrie saat Bertemu Mahkamah Agung

"Sekolah aman harus diwujudkan melalui pendidikan karakter, literasi digital, literasi hukum, layanan bimbingan konseling yang efektif, serta sistem deteksi dini dan pelaporan yang berjalan baik," tuturnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan harus menjadi prioritas tanpa mengesampingkan penegakan aturan terhadap setiap pelanggaran.

"Pencegahan harus menjadi prioritas, tanpa mengabaikan penegakan aturan ketika terjadi pelanggaran," ucapnya.

Hetifah memastikan Komisi X DPR akan terus mengawal implementasi program Sekolah Aman agar benar-benar diterapkan di seluruh satuan pendidikan.

"Komisi X DPR RI akan terus mendorong agar konsep Sekolah Aman benar-benar diimplementasikan secara nyata, bukan hanya menjadi slogan, sehingga sekolah menjadi ruang yang melindungi, mendidik, dan membentuk peserta didik yang bertanggung jawab," pungkasnya.