Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR Chusnunia meminta Pemerintah Kota Metro, Lampung, mencarikan solusi terhadap nasib pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyusul rencana pembongkaran Shopping Center Metro.

"Harus ada diskusi dan solusi agar mereka mendapatkan solusi dari rencana tersebut," ucap legislator asal Lampung itu dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan ekonomi kreatif di Metro berkembang baik dalam beberapa tahun terakhir. Maka dari itu, rencana pembongkaran pasar mesti diikuti dengan solusi keberlanjutan bisnis pelaku usaha di dalamnya.

Mantan Wakil Gubernur Lampung itu mengatakan dirinya menghormati Pemerintah Kota Metro sebagai pemilik aset yang mengutamakan keselamatan pengunjung dan pelaku usaha di Shopping Center Metro.

Namun, pemerintah juga perlu memikirkan keberlanjutan UMKM dan ekonomi kreatif yang berkembang di pasar tersebut.

"Jadi win-win solution (solusi yang saling menguntungkan) untuk semuanya," kata dia.

Chusnunia juga berencana mendengarkan aspirasi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dalam waktu dekat. Aspirasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada wali kota Metro sebagai pemegang kebijakan.

"Kita sedang atur waktunya, bisa melalui Zoom, saya ingin mendengar aspirasi dari para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif tersebut untuk selanjutnya disampaikan kepada wali kota sebagai pemegang kebijakan," ujarnya.

Sebelumnya, tim gabungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Satpol PP, BPKAD Kota Metro memasang spanduk pengumuman pengosongan dan penghentian penarikan retribusi umum dan sampah di Shopping Center Metro, Jumat (9/10).

Pemasangan spanduk tersebut diwarnai ketegangan. Sejumlah pedagang menghalangi petugas yang hendak memasang pengumuman tersebut.

Pemasangan spanduk dilakukan sebagai bagian dari rencana penataan Shopping Center, termasuk rencana pengosongan dan pembongkaran bangunan pertokoan yang telah berdiri lebih dari 40 tahun.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Metro Ardah menjelaskan pemasangan pengumuman tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah kota menata Shopping Center.

"Ini upaya kami dalam pengelolaan dan penataan Shopping Center," ujar Ardah.

Ia mengatakan rencana pembongkaran bangunan tetap berlanjut. Namun, pemerintah kota belum menetapkan waktu pelaksanaannya.

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.