Balikpapan (ANTARA) - Komisi VII DPR RI mengapresiasi tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VII ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada Jumat (10/7), yang menjadi kunjungan perdana komisi tersebut ke IKN.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo mengatakan TKDN yang tinggi menunjukkan pelibatan masyarakat lokal dan penggunaan material dalam negeri berjalan baik. Ia menilai capaian tersebut penting untuk memastikan pembangunan IKN memberikan manfaat ekonomi bagi daerah sekitar.

“Kami senang mendengar bahwa TKDN dalam pembangunan IKN cukup tinggi, baik dalam pengadaan barang maupun pelibatan masyarakat lokal,” kata Rahayu.

Ia menekankan bahwa pembangunan fisik IKN perlu diiringi dengan penguatan ekosistem ekonomi yang inklusif. Menurut dia, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus mendapatkan ruang dalam pertumbuhan ekonomi Nusantara agar tidak tertinggal dari proses pembangunan.

“UMKM adalah mayoritas pelaku usaha di Indonesia. Karena itu, kami meminta agar pelibatan UMKM terus diperhatikan, bukan hanya kesiapan fisik IKN,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa OIKN telah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas UMKM lokal. Salah satunya melalui pelatihan kuliner dengan menghadirkan chef profesional untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan pelaku usaha.

Baca juga: IKN tidak hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pemicu ekonomi baru

Basuki mengatakan konsumsi kegiatan di IKN kini tidak lagi didatangkan dari Balikpapan. Pelaku kuliner dari kawasan sekitar dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di IKN setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan OIKN.

Selain peningkatan kapasitas, OIKN juga memperluas akses pasar bagi UMKM melalui penyediaan booth usaha yang dikelola bersama mitra pembangunan. Salah satu fasilitas tersebut berada di kawasan Nusantara Park yang dikembangkan Artha Graha Network sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Rahayu juga menilai IKN memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata baru dan pusat kegiatan MICE. Ia menyebut daya tarik IKN mulai terbentuk meski fungsi pemerintahan belum sepenuhnya berpindah ke Nusantara.

Menurut dia, konsep pembangunan yang memadukan arsitektur modern dengan identitas Indonesia akan menjadi nilai tambah bagi IKN. Ia berharap keberadaan hotel, fasilitas MICE, dan kawasan konservasi satwa endemik dapat memperkuat daya saing IKN sebagai destinasi baru.

Rahayu optimistis pembangunan IKN yang mengedepankan konsep modern dan hijau akan menjadikan Nusantara sebagai pusat kegiatan internasional sekaligus kebanggaan masyarakat Indonesia.

Baca juga: 600 personel bersiap tugas di Polresta IKN

Pewarta: Novi Abdi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.