Pangkalpinang (ANTARA) - Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung (Babel), Dody Kusdian menggelar reses masa sidang III Tahun Sidang II di tahun 2026 bersama puluhan mahasiswa dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) se-Kota Pangkalpinang dengan melibatkan OPD di lingkup Pemprov Babel.

"Sengaja kita mengundang pelaku UMKM dan mahasiswa karena banyak yang kita lihat semakin tumbuhnya usaha-usaha di Kota Pangkalpinang ini dari mereka," kata Dody Kusdian di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan hasil reses akan menyimpulkan beberapa hal yang menjadi perhatian bersama, seperti seberapa jauh pemerintah berpihak ke UMKM dan jangan sampai mereka pelajari UMKM lama gang dulu dimana ada COVID dan saat sulit namun tetap tumbuh, tapi tidak diberikan survive.

"Ekonomi kreatif, penyangga pariwisata dari kabupaten lain ini semua harus kita dorong ke pemda. Ada juga mereka yang sudah mengajukan proposal bantuan sejak 2017 tapi tidak di respon dan alhamdulillah kita ingatkan Dinas terkait untuk segera mengakomodirnya agar jangan lagi hal seperti itu terulang lagi," terang Dody.

Menurut Dody, banyak kemudahan dari pemerintah daerah yang sudah didapatkan para pelaku UMKM seperti akses bantuan permodalan dengan menggandeng perbankan. Begitu juga teknik pemasaran atau marketing yang di fasilitasi oleh OPD terkait agar membantu menjembatani.

"Kita harap pemerintah daerah terus menjembatani para pelaku UMKM kota agar lebih giat memasarkan produk usahanya," harapnya.

Semua aspirasi dan masukan dari pelaku UMKM dan mahasiswa ini akan di rekomendasikan oleh DPRD Babel dalam APBD 2027, namun jika belum bisa di akomodir akan di masukkan dalam APBD perubahan atau APBD 2028.

"Gasil reses sebelumnya juga sudah banyak yang kita akomodir. Namun ada sebagian juga yang bukan kewenangan kita, namun tetap kita usulkan," terang Dody.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Joko Triadhi mengatakan reses anggota DPRD Babel merupakan wadah memberi dan menerima informasi, dimana apa saja yang menjadi aspirasi masyarakat bisa di dengar langsung oleh wakil rakyat dan pemerintah daerah.

"Disini kita bisa menerima aspirasi masyarakat dan memberi informasi ke masyarakat seperti mereka yang menyampaikan butuhnya konektivitas antar Pulau Bangka dan Belitung, dan kita juga memberi informasi bahwa kita punya pusat usaha layanan terpadu dan klinik rumah kemasan untuk membantu usaha-usaha mereka," terang Joko.

Ia berharap hasil reses dapat segera ditindaklanjuti oleh DPRD Babel bersama Pemerintah daerah sehingga bisa di masukkan dalam rumusan kebijakan yang nanti juga menjadi kewenangan Bappeda Babel.

"Setelah itu kita tetap pantau permasalahan permodalan atau hal lain dan yang menjadi permasalahan jika ada nanti bagaimana penyelesaiannya," tutup Joko.

Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.