"Bijak menggunakan teknologi bukan hanya soal mampu menggunakan media sosial, tetapi juga mampu memilah informasi, menjaga etika dan bertanggung jawab atas apa yang kita sebarkan,"
Kota Bima (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong masyarakat Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, meningkatkan literasi digital agar mampu memilah informasi dan mencegah penyebaran hoaks di media sosial.
Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi dan Edukasi Literasi Digital bertema "Bijak Berkonektivitas" yang digelar Komdigi bersama Pemerintah Kota Bima dan Nusantara TV di Kecamatan Rasanae Barat, Sabtu.
Kegiatan itu menghadirkan Direktur Komersial dan Bisnis Nusantara TV yang juga Wakil Ketua II PWI Pusat Bidang Media dan Penyiaran, Dede Apriadi, serta Staf Divisi Layanan TI Pemerintah BAKTI Komdigi Faisal Arman sebagai narasumber.
Dede memberikan materi mengenai kecakapan digital, etika bermedia, dan pemanfaatan teknologi secara aman dan produktif. Diskusi juga menghadirkan konten kreator Tania Reskika dan Ikbal Ngurawa untuk membahas penggunaan media sosial secara bijak dan kreatif.
Wali Kota Bima H. A. Rahman mengatakan masyarakat harus berhati-hati menerima dan menyebarkan informasi di media sosial karena informasi yang keliru dan tidak terverifikasi dapat merugikan orang lain, keluarga, maupun instansi.
"Masalahnya, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar yang benar," katanya.
Menurut dia, teknologi informasi kini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, baik untuk pekerjaan, pendidikan, komunikasi maupun pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di sisi lain, derasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat semakin mudah menerima dan menyebarkan informasi tanpa mengetahui kebenarannya.
Setiap orang dapat membuat dan menyebarluaskan informasi hanya dalam hitungan detik, sehingga kemampuan memverifikasi informasi menjadi penting untuk mencegah penyebaran hoaks.
Karena itu, Wali Kota mengajak masyarakat memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya serta menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital.
"Bijak menggunakan teknologi bukan hanya soal mampu menggunakan media sosial, tetapi juga mampu memilah informasi, menjaga etika dan bertanggung jawab atas apa yang kita sebarkan," ujarnya.
Ia mengatakan transformasi digital juga harus dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Saya ingin anak-anak muda Kota Bima memanfaatkan internet untuk belajar, berkarya, dan membangun kreativitas. Para pelaku UMKM juga harus memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memasarkan produknya," katanya.
Selain masyarakat dan pelaku UMKM, pemerintah didorong untuk memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Keinginan saya juga adalah agar aparatur pemerintah semakin mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat melalui teknologi digital," ujarnya.
Melalui edukasi literasi digital tersebut, Komdigi bersama Pemerintah Kota Bima dan Nusantara TV mendorong masyarakat agar semakin cakap, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi serta beraktivitas di ruang digital.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026