Padang Panjang (ANTARA) - Kolaborasi dan inovasi menjadi faktor penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar di tengah persaingan usaha dan perkembangan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) Sumatera Barat, Ny. Maria Feronika Hendri, saat menjadi narasumber dalam diskusi strategi pengembangan UMKM di Padang Panjang, Sumatera Barat, Rabu.

Maria mengatakan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah karena berperan menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta menghasilkan produk lokal yang memiliki nilai tambah.

"Agar mampu naik kelas, pelaku UMKM tidak boleh berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, pelaku usaha, hingga sektor swasta untuk membangun ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan," katanya.

Menurut dia, kolaborasi antarpemangku kepentingan dapat mempercepat pertumbuhan usaha, meningkatkan daya saing produk, serta memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah.

Selain kolaborasi, pelaku UMKM juga dituntut terus berinovasi dalam pengembangan produk, desain kemasan, strategi pemasaran, maupun peningkatan pelayanan agar mampu mengikuti perubahan tren pasar dan kebutuhan konsumen.

"Inovasi yang lahir dari kreativitas akan menjadi nilai pembeda di tengah persaingan. Produk yang unik, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan pasar akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang," ujarnya.

Maria juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran. Menurut dia, media sosial dan berbagai platform digital telah menjadi etalase baru bagi UMKM untuk membangun citra merek dan menjangkau konsumen di berbagai daerah.

"UMKM harus terus belajar, beradaptasi, dan berani mencoba hal-hal baru. Teknologi harus dimanfaatkan sebagai jembatan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing," katanya.

Ia menambahkan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam pengembangan UMKM, terutama dalam bidang manajemen usaha, pemasaran digital, inovasi produk, dan pengelolaan keuangan.

Diskusi tersebut juga dimanfaatkan para pelaku usaha untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi, mulai dari pemasaran, permodalan, hingga strategi menghadapi perubahan pasar, sekaligus memperluas jejaring usaha.

Maria berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah belajar dan membangun kolaborasi antarpelaku UMKM.

"Ketika kolaborasi berjalan, inovasi tumbuh, dan teknologi dimanfaatkan dengan baik, UMKM tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Ia optimistis penguatan ekosistem ekonomi kreatif akan membuka peluang lebih besar bagi produk-produk lokal Padang Panjang untuk bersaing di pasar regional maupun nasional. (*)