Ambon (ANTARA) - Kodam XV/Pattimura memastikan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 memperkuat sistem pengairan dan pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembangunan sejumlah sumur bor dan drainase di Halmahera Timur, Maluku Utara (Malut).

Kasrem 152/Baabullah Kolonel Arh Hendra Roza dalam keterangan diterima di Ambon, Sabtu, mengatakan pembangunan sarana pengairan menjadi salah satu sasaran fisik yang diselesaikan selama pelaksanaan TMMD, selain pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas hunian masyarakat.

"Seluruh sasaran TMMD ke-129 dapat diselesaikan dengan aman dan lancar berkat kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan program yang berlangsung sejak 15 Juli 2026 tersebut mencakup pembangunan dua sumur bor di Desa Foli dengan kedalaman sekitar 20 meter serta satu sumur bor masing-masing di Desa Lolobata dan Bokimaake melalui Program TNI Manunggal Air.

Pembangunan tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses terhadap air yang menjadi salah satu kebutuhan penting di wilayah pedesaan.

Selain sumur bor, Satgas TMMD membangun sejumlah saluran drainase untuk mendukung pengelolaan air di lingkungan permukiman. Pembangunan meliputi drainase tanah sepanjang lima meter dan drainase pipa sepanjang 75 meter di Desa Lolobata serta drainase sepanjang 50 meter di Desa Bokimaake.

"TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana hasilnya dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung aktivitas mereka sehari-hari," ujarnya.

Ia mengatakan sasaran fisik lainnya meliputi pembangunan jalan lingkungan desa, gorong-gorong sepanjang tujuh meter di Desa Nyaolako, fasilitas MCK, ruang konsistori gereja di Desa Hatetabako, serta renovasi dan rehabilitasi lapangan voli dan sepak bola.

Satgas juga memperbaiki 10 rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.

Di bidang ketahanan pangan, TMMD mengembangkan lahan seluas satu hektare. Program tersebut dilengkapi kegiatan percepatan penurunan stunting, penanaman pohon keras, serta pembersihan fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Sasaran nonfisik diarahkan pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, stunting, posyandu dan posbindu, bahaya narkoba, lingkungan hidup, hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat, keluarga berencana dan kesehatan, hingga pertanian.

Hendra menegaskan keberlanjutan hasil TMMD membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat setelah program berakhir.

Oleh karena itu, fasilitas yang telah dibangun perlu dipelihara agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Yang paling penting setelah kegiatan ini selesai adalah bagaimana masyarakat bersama pemerintah daerah menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan yang sudah dikerjakan," katanya.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.