Denpasar (ANTARA) - Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana kini fokus melaksanakan tugas pertahanan dan pembinaan kewilayahan di Provinsi Bali setelah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) berpisah dan memiliki komando daerah militer (Kodam) masing-masing.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution di Denpasar, Selasa, mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat yang berdampak pada pembagian wilayah komando di Bali dan Nusa Tenggara.

“Dengan adanya pengembangan organisasi TNI AD ini, wilayah yang sebelumnya berada dalam jajaran Kodam IX/Udayana, yaitu Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, kini masing-masing menjadi wilayah komando tersendiri melalui pembentukan Kodam baru. Sementara Kodam IX/Udayana selanjutnya berkedudukan dan melaksanakan tugas kewilayahan di wilayah Bali,” kata Amrizal.

Pengembangan organisasi tersebut diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI yang terdiri atas satuan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Enam di antaranya merupakan Kodam baru.

Untuk wilayah NTT, Korem 161/Wira Sakti yang sebelumnya berada di bawah Kodam IX/Udayana dikembangkan menjadi Kodam XXVII/Sobe Sonbai dengan Mayjen TNI Thevi Angandowa sebagai Pangdam.

Sementara Korem 162/Wira Bhakti di NTB dikembangkan menjadi Kodam XXX/Rinambora dengan Mayjen TNI Edi Saputra sebagai Pangdam.

Dengan perubahan tersebut, wilayah Bali dan Nusa Tenggara kini terbagi menjadi tiga komando daerah militer, yakni Kodam IX/Udayana yang melaksanakan tugas kewilayahan di Bali, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di NTT, serta Kodam XXX/Rinambora di NTB.

Amrizal mengatakan penataan tersebut ditujukan untuk memperkuat organisasi TNI AD sehingga pelaksanaan tugas pertahanan dan pembinaan kewilayahan dapat dilakukan secara lebih efektif sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.

“Yang berubah adalah struktur organisasi dan kewilayahan, sedangkan semangat pengabdian, soliditas TNI, serta komitmen untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap menjadi satu kesatuan,” tegasnya.

Ia menambahkan Kodam IX/Udayana akan terus menjalankan tugas pokoknya di Bali secara profesional, adaptif, dan responsif. Kodam IX/Udayana juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung kepentingan pertahanan negara.

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.